Hadapi IGA 2020, Noviardi Dorong OPD Lahirkan Banyak Inovasi Baru

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kepala Badan Peneltian dan Pengembangan (Balitbang) Kabupaten Lampung Barat, Ir. Noviardi Kuswan turun bersama sejumlah staf nya melakukan kunjungan ke seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan pemkab setempat, untuk memberikan pembinaan dalam menumbuhkan inovasi-inovasi di seluruh OPD dalam rangka menghadapi Innovative Government Award (IGA) 2020 yang merupakan ajang bergengsi tingkat nasional.

Seperti yang dilakukan di Dinas Tanaman pangan dan Hortikultura (DTPH) Kamis (12/3). Noviardi memberikan dorongan dan pembinaan agar OPD tersebut mampu melahirkan inovasi-inovasi baru selain dari inovasi yang memang sudah berjalan di OPD tersebut.

Bacaan Lainnya



”Kami  keliling ke seluruh OPD, dan hari ini kebetulan di DTPH. Sama seperti di OPD lainnya kami mendorong dan memberikan pembinaan agar OPD mampu melahirkan inovasi baru, terlebih kita menghadap IGA 2020 yang ditargetkan kita mendapatkan predikat 10 besar,” ungkap Noviardi.

Untuk meraih predikat tersebut, kata dia, tentunya bukan hal yang mudah mengingat  Pemkab Lambar harus mampu meraih 40.000 poin, dan sejauh ini Lambar masih merah 12.500 poin.

Karenanya perlu kerja keras dalam mencapai target tersebut, dan satu-satunya yang harus dilakukan yakni melahirkan inovasi-inovasi baru.

”Dengan modal banyaknya inovasi, maka tentunya kita akan lebih siap mengikuti ajang bergengsi tingkat nasional tersebut. Target kita masuk dalam jajaran top ten atau sepuluh besar nasional, sehingga perlu kerja keras dari semua pihak,” ujarnya.

Dijelaskan. penilaian dari Kemendagri akan dilaksanakan pada April dan Mei mendatang. Setelah pemerintah daerah menginput data terkait inovasi apa saja yang akan didaftarkan.

”Kriterianya, memfasilitasi inovasi-inovasi yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui OPD terkait. Inovasi itu akan dinilai setelah dokumen pendukung yang dilakukan OPD dihimpun dan dilaporkan kepada pusat Litbang Inovasi Daerah Kemendagri,” kata Noviardi.

Nantinya, terus dia, inovasi yang dilaporkan akan dinilai oleh Kementerian Dalam Negeri, melalui Litbang Inovasi Daerah. Harapannya, hasil penilaian itu mencapai poin kurang lebih 40.000, sehingga Lambar bisa masuk 10 besar.

”Untuk sementara, yang sedang kita proses ada 61 inovasi. Itu semua dikumpulkan dan kita minta bukti dukungan inovasi. Termasuk bukti pendukung seperti foto-foto, sehingga bukan sebatas tagline saja,” tegasnya.

Dilanjutkan, inovasi-inovasi yang dimiliki oleh OPD antara lain Ambulans Hebat, Call Center 112, Jaman PM, Ada PM, Gerakan Indonesia Sasar Inovasi, seragam gratis dan lainnya.

Program inovasi tersebut terus dibenahi, sehingga kedepan benar-benar berdampak terhadap kemajuan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Sebelumnya tahun lalu, Mendagri menobatkan Lambar sebagai kabupaten sangat inovatif. Berada pada peringkat 25 dari 514 kabupaten/kota se-Indonesia. Lambar merupakan satu-satunya daerah di Lampung yang meraih predikat sangat inovatif. (nop/mlo)



Pos terkait