Hadapi Peralihan Musim, Puskesmas Lakukan Fogging

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Menyambut musim pancaroba yakni peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan, UPT Puskesmas Buaynyerupa, Kecamatan Sukau melakukan antisipasi penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) melalui kegiatan Fogging atau penyemprotan insektisida untuk membasmi nyamuk Aedes Aegypti pada Kamis (29/8).

“Mulai hari ini, telah dilakukan fogging di sejumlah lokasi yang biasanya menjadi tempat bersarangnya nyamuk. Antisipasi pencegahan penyebaran DBD ini juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat,” terang Kepala UPT Puskesmas Buaynyerupa Sardi, S.K.M.

Bacaan Lainnya



Ia menjelaskan bahwa pemberantasan DBD harus terintegrasi mulai dari pencegahan, penemuan penderita, pengamatan penyakit, penyelidikan epidemiologi, penanggulangan, dan penyuluhan kepada masyarakat.

“Masyarakat juga harus bekerja sama membantu puskesmas untuk menanggulangi demam berdarah sebab upaya Fogging yang dilakukan juga tidak akan efektif kalau masyarakat tidak melaksanakan 3M Plus,” katanya.

Dalam penerapan 3M Plus, kata dia, yaitu menutup wadah penampungan air, mengubur atau membakar barang-barang bekas yang dapat menjadi sarang nyamuk, dan menguras atau mengganti air di penampungan air.

“Selain itu ada cara tambahan yang bisa dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk menggunakan obat nyamuk oles, menggunakan kelambu saat tidur, dan menaburkan bubuk larvasida atau biasa disebut serbuk abate di tempat penampungan air,” imbuhnya.

Ia menambahkan bahwa dengan adanya peralihan iklim dari kemarau ke musim penghujan tentu dapat menimbulkan kelembaban udara sehingga membuat nyamuk mudah berkembang biak dan di khawatirkan akan meningkatkan resiko penyebaran DBD.

Seperti diketahui, sepanjang tahun 2019 tepatnya hingga pertengahan Juni lalu, telah tercatat ada 9 kasus DBD yang terjadi di wilayah kecamatan setempat, tujuh diantaranya merupakan penyakit impor.  Dan dua berasal dari gigitan nyamuk di wilayah setempat, upaya fogging yang dilakukan tersebut salah satunya untuk menekan angka penderita DBD di wilayah itu.(edi/mlo)



Pos terkait