Hama Burung Masih Menjadi Momok Petani Jelang Panen

  • Whatsapp

Medialampung.co.id Menjelang musim panen, sejumlah petani di Pekon Menyancang, Kecamatan Karyapenggawa, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) disibukkan oleh serangan hama burung yang menyerang tanaman padi petani.

Petani mengaku kesulitan menghadapi serangan hama burung yang cukup banyak terutama menjelang panen. Akibat serangan hama burung itu, petani terpaksa harus menunggu sawahnya dari pagi hingga siang hari.

Bacaan Lainnya



Agus salah seorang petani mengatakan untuk mencegah burung memamakan bulir padi masih menunggu untuk dilakukan panen, pihaknya harus memasang jaring pada sejumlah titik guna menghalau burung agar tidak hingga ke padi.

“Agar burung tidak hinggap di batang padi dan memakan buah padi, kita memasang jaring khusus untuk menghalau burung agar tidak mendekat,” kata dia.

Dijelaskannya, selain memasang jaring, petani lainnya masih mencegah burung memakan buah padi dengan berjaga dari pagi hari, bahkan saat sebelum matahari terbit, hal itu karena banyak burung yang mulai memakan bulir padi.

“Serangan hama burung biasanya terjadi saat pagi hari, jadi sebelum matahari terbit kami harus sudah berada disawah agar burung-burung tidak memakan buah padi yang sudah siap panen,” jelasnya.

Menurutnya, ancaman hama burung tersebut selalu datang setiap kali menjelang musim panen atau ketika buah padi mulai muncul. Namun setiap musim jumlahnya berbeda. Biasanya hama burung banyak menyerang tanaman petani saat musim tanam akhir tahun.

“Areal persawahan di semua pekon di Karyapenggawa tdak terpengaruh musim kemarau, meski begitu, hama burung masih saja menyerang tanaman padi, mesi banyak sawah yang siap panen,” terangnya.

Pihaknya berharap, serangan hama burung tidak berdampak pada hasil panen, karena apabila serangan burung dibiarkan akan berdampak pada menurunnya hasil panen padi.

“Selagi kami masih bisa menjaga keberadaan burung agar tidak memakan buah padi, maka kami akan tetap berjaga, dengan harapan tidak banyak buah padi yang dimakan burung,” pungkasnya. (yog/d1n/mlo)



Pos terkait