Hanan A. Rozak Dilantik Jadi Ketua KTNA, Target Sukseskan Program KPB

  • Whatsapp
Ketua KTNA Provinsi Lampung Ir. Hanan A. Rozak, M.S.

Medialampung.co.id – Setelah terpilihnya Ir. Hanan A. Rozak, M.S., Anggota DPR RI menjadi ketua  Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Provinsi Lampung periode 2021-2026 yang diselenggarakan di PKK Agro Park, Sabah Balau, Kabupaten Lampung Selatan, Sabtu (17/1).

Selanjutnya, ia mengambil langkah yakni akan berkonsolidasi di tingkat provinsi maupun pengurus kabupaten.

Bacaan Lainnya


“Tahap pertama kita lakukan konsolidasi dengan beberapa pengurus tingkat provinsi dan kabupaten yang juga ada beberapa kepengurusan yang saat ini masa jabatannya habis,” ungkap anggota DPR RI dari Partai Golkar tersebut.

Selanjutnya, akan melakukan rapat kerja daerah guna menyusun program kerja dengan mensinkronisasikan dengan program kerja pembangunan pertanian dalam arti luas di Provinsi Lampung sesuai dengan program unggulan Gubernur Lampung.

“Kita akan, bagaimana kedepan mendukung, mengawal, mensukseskan program Kartu Petani Berjaya (KPB) insyaallah kalau petani berjaya yang lainnya akan terkait seperti masalah kesejahteraan, pendapatan petani dan sebagainya,” jelasnya.

Ia juga menjelaskan, KTNA adalah kontak kontak tani yang diandalkan untuk bagaimana mensukseskan program pembangunan seperti dari sisi petani masalah pendapatan petani harus lebih baik kedepannya dari sisi program pemerintah kecukupan pangan ketahanan pangan kemudian produk-produk pertanian yang diekspor.

Ia juga mendorong petani mandiri untuk bisa memproduksi pupuk sendiri agar lebih kreatif.

“Jadi kita tergantung dengan pupuk industri gitu, ya sudah jelas ya itu sudah paham jangan-jangan lebih paham dari petani dari pada petugas pertanian apa yang harus mereka dilakukan,” papar Anggota DPR RI Komisi II tersebut.

Lanjutnya, kadang-kadang terkendala dengan keterbatasan. Misalnya terkait akses bagaimana memperoleh benih, memperoleh pupuk terutama pupuk buatan adalah pupuk organik itu sudah kerjaan, namun karena mau instan dengan memesan pupuk industri.

“Kedepan bagaimana sisa-sisa tanaman bisa kita kembalikan. Itu saja sudah merupakan pupuk organik urusan-urusan membuat pupuk organik mereka paham,” tutupnya. (ded/mlo)


Pos terkait