Harga Daging Sapi Naik, Pemprov Imbau Importir Bantu Jaga Ketersediaan dan Keterjangkauan Harga

Medialampung.co.id – Pedagang Sapi keluhkan harga daging sapi dipasaran  naik  hingga Rp5 ribu per kilogram (Kg).Terkait kenaikan tersebut, Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, (Kabid PDN) Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Lampung, Zimmi Skil mendampingi Kepala Disperindag Lampung, Satria Alam mengatakan stok daging sapi saat ini tersedia untuk memenuhi kebutuhan nasional dan Pemerintah menjamin permintaan daging sapi di pasar rakyat dapat terpenuhi.

“Saat ini stok daging sapi tersedia cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional,” ungkapnya.

Bacaan Lainnya


Lanjutnya, kenaikan harga karena ada kenaikan harga karkas di tingkat Rumah Pemotongan Hewan (RPH) sehingga berdampak pada kenaikan harga daging sapi di tingkat pedagang.

“Pedagang mengeluhkan harga daging sapi khas/murni di kisaran Rp125ribu per kg belakangan ini, atau naik ketimbang di hari-hari normal di Rp120 ribu per kg. Kenaikan juga terjadi pada daging paha belakang yang kini dibanderol Rp122 ribu per kilogram ketika sebelumnya hanya di kisaran Rp117 ribu per kilogram,” ungkapnya.

Ia juga menjelaskan, Kenaikan harga karkas di RPH saat ini dipicu oleh kenaikan harga sapi bakalan asal Australia selama satu semester terakhir, yang pada Juni 2020 masih berada di kisaran US$ 2,8 per kg berat hidup dan kini pada Januari 2021 menjadi US$ 3,78 per kg berat hidup.

Faktor utama penyebab kenaikan harga sapi bakalan di Australia diakibatkan adanya program repopulasi, pemenuhan permintaan konsumsi dalam negeri, dan peningkatan permintaan dari negara lain terutama di tiga bulan terakhir di negara tersebut.

“Pemerintah telah mengimbau para importir untuk membantu menjaga ketersediaan dan keterjangkauan harga sapi bakalan sampai di RPH dengan harga yang dapat menjamin agar pedagang daging sapi di pasar rakyat tetap dapat berjualan dengan keuntungan yang wajar,” tutupnya. (ded/mlo/mlo)


Pos terkait