Harga Jual Kopi Robusta Lambar Sentuh Rp 20 ribu/Kg

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Harapan petani Kopi Robusta Kabupaten Lampung Barat (Lambar) untuk naiknya harga jual biji kopi minimal mencapai Rp 20 ribu per kilogram (Kg), guna perimbangan biaya perawatan dan harga pupuk akhirnya tercapai.

Berdasarkan informasi dari beberapa pengepul (agen) kopi Rabu (5/8), harga biji kopi kering dengan kadar air 17 %, kini laku dijual Rp 20 ribu/kg. Terjadinya kenaikan harga tersebut menjadi harga jual tertinggi pada musim ini yang sudah sangat dinanti-nanti petani.

Bacaan Lainnya



Namun demikian, terkait kenaikan itu belum bisa memprediksi apakah akan bertahan, atau terus naik atau juga justru kembali turun, sebab neraca harga jual biji kopi memang tidak sepenuhnya stabil.

Bahkan ada yang menyebutkan harga jual dipengaruhi terhadap nilai tukar Rupiah dengan Dolar Amerika dan Euro. Jika rupiah melemah maka harga kopi naik tapi jika sebaliknya harga kopi turun. 

Agen kopi Bungin Pekon Puramekar, Kecamatan Gedungsurian Rusman, mengungkapkan, kenaikan harga jual kopi saat ini memang tengah terjadi. Terkait itu pihaknya mengajak petani untuk dapat mendukung stabilitas harga, bahkan bersama-sama dapat mengupayakan agar trend terus naik.

Dengan tetap menjaga kualitas, seperti mempertahankan kadar air dan petik merah, serta dalam penjemuran diupayakan jangan kontak langsung dengan tanah melainkan menggunakan terpal atau di atas lantai semen.

“Kalau menurut saya salah satu pendukung harga kopi ialah kualitas yang terjaga. Artinya jika kopi kita bagus tentu harganya akan tinggi. Oleh sebab itu ayo kita jaga kualitas tersebut,” ajaknya.

Sementara Hendra salah satu petani kopi Kecamatan Waytenong merasa senang terjadinya kenaikan harga kopi tersebut karena memang jika dilihat dari biaya perawatan, pupuk harga Rp 20 ribu/kg termasuk rendah. Atau minimal Rp 25 ribu/kg. (rin/mlo)



Pos terkait