Harga Sayur Mayur Kerap Anjlok, Aliansi Pemuda Peduli Petani akan Geruduk Kantor Bupati Lambar

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Fluktuasi harga jual komoditas hortikultura menggerakkan hati para pemuda maupun mahasiswa asal Kabupaten Lampung Barat yang sedang berkuliah di sejumlah perguruan tinggi di Provinsi Lampung, yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Peduli Petani Lampung Barat untuk menggelar aksi damai menyuarakan jeritan para petani, besok Selasa (25/5). 

Ahlun Nazar selaku Sekjen Aliansi Pemuda Peduli Petani Lampung Barat mengungkapkan, titik aksi akan dimulai di gerbang komplek perkantoran pemkab Lambar, kemudian titik kumpul massa di halaman kantor bupati setempat. 

Bacaan Lainnya


Jumlah massa diperkirakan sebanyak 500-1000 orang, yang sebagian besar adalah pemuda, mahasiswa dan juga diikuti oleh petani hortikultura yang ada di kabupaten setempat. 

Menurut Ahlun Nazar, point penting yang akan disuarakan dalam aksi tersebut, yakni akan mendesak pemerintah daerah mencarikan solusi terkait stabilisasi harga jual komoditas hortikultura. 

“Apa yang kami sampaikan itu betul-betul keluhan masyarakat petani, dimana banyak hasil petani kita yang tidak laku dijual, karena itu kami mendesak pemerintah daerah mencari solusi, ” ungkap mahasiswa Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Bandarlampung tersebut. 

Pemerintah, kata dia, memiliki tanggungjawab dalam masalah itu. Menurutnya itu tertuang dalam UU No.19/2013, dimana pemerintah harus mengeluarkan kebijakan stabilisasi harga termasuk untuk menampung hasil pertanian. 

“Kami akan mengingatkan itu. Karena masalah hasil pertanian yang tidak ada yang menampung bukan kali pertama terjadi, beberapa waktu lalu wortel tidak laku, dan sekarang tomat sampai dibuang oleh petani karena tidak ada yang menampung,” kata dia. 

Sementara disinggung soal rencana aksi yang tidak mengantongi Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) dari pihak kepolisian, ia mengaku pihaknya telah berupaya termasuk menyampaikan pemberitahuan kepada pihak kepolisian. 

“Surat pemberitahuan sudah kami sampaikan, kami sudah lakukan prosedurnya, kami juga tidak tahu apa masalahnya. Namun yang jelas untuk gelaran aksi ini akan menerapkan protokol kesehatan secara ketat, kemudian jika massa membludak maka kami akan menyebar massa jaga jarak,” kata dia. 

Sementara itu Kasat Intelkam Polres Lambar AKP Mashudi, mendampingi Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi, SIK, MH., menegaskan, pihaknya dari pihak kepolisian tidak mengeluarkan mengeluarkan STTP.

“Artinya kawan-kawan aliansi kami imbau untuk menggelar audiensi saja dengan pemda. Hari ini kami akan berkoordinasi dengan pemda, dan semoga besok kawan-kawan dari aliansi diterima oleh pihak pemda, karena jelas kepolisian tidak mengeluarkan STTP,” kata dia. 

Terkait dengan jumlah massa yang direncanakan ikut dalam aksi tersebut diperkirakan sebanyak 500-1.000 massa, pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak aliansi agar mengurangi jumlah massa, mengingat pandemi Covid-19 belum berakhir, bahkan kasus terkonfirmasi di kabupaten setempat terus bertambah. 

“Kalau memang imbauan kami untuk digelar audiensi tidak direspon oleh kawan-kawan aliansi maka kami minta dikurangi masa sampai dengan 100 atau bahkan 50 orang saja, karena Lambar ini zona oranye dan kasus Covid-19 terus bertambah,” pungkasnya. (nop/mlo)




Pos terkait