Harga Singkong Anjlok, Petani : Sesuaikan Potongan Dengan Harga

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Terus turunnya harga singkong di Waykanan membuat Petani singkong setempat semakin terpukul, selain harga yang anjlok, distribusi hasil panen juga mengalami hambatan karena bertepatan dengan musim penghujan.

“Dulu harga singkong ini masih mencapai Rp.900/kg, bahkan hingga Rp.1.300, akan tetapi sekarang harga singkong terus turun ke harga Rp.800-Rp.825/Kg, sementara harga perawatan dan produksi semakin tinggi dan pupuk semakin susah didapat, jadi kami merasa bertanam singkong tidak lagi menjamin masa depan kami,” ujar Gunawan, petani singkong di Kecamatan Pakuan Ratu.

Bacaan Lainnya

Lebih jauh menurut Gunawan, kalau di posisi harga Rp.800, maka petani hanya mendapatkan hasil tidak sampai Rp, 400/kg, karena biasanya perawatan hingga produksi mencapai Rp.500, antara lain untuk beli pupuk, bayar karyawan mupuk, maupun biaya angkutan belum lagi adanya pemotongan-pemotongan yang tidak jelas

Pernyataan Gunawan tersebut dibenarkan oleh M. Said, petani singkong di Kecamatan Negeri Agung Waykanan.

“Sebenarnya kalau harganya Rp.800/Kg seharusnya potongan yang sekarang jangan sebesar 18-22%, standard untuk potongan yang sekarang harusnya harganya Rp.1.200-1.300/Kg,” ucap Said.

Hal senada disampaikan oleh Jusman petani singkong asal Blambangan Umpu. Menurut dia, perusahaan seharusnya menurunkan potongan atau menaikkan harga. Sehingga petani masih bisa bertahan dan tidak terus menerus merugi.

“Kami juga berharap dengan sangat agar Pemkab Waykanan dapat segera turun tangan menangani keluhan petani membantu petani singkong untuk menstabilkan harga di tingkat petani, dengan demikian resesi ekonomi tidak akan sampai ke Waykanan, sebab dengan kondisi semua susah akan berdampak pada kehidupan sosial lain, diantaranya bisa jadi untuk mencukupi kebutuhan keluarganya petani singkong beralih jadi pencuri, karena tidak bisa beli beras untuk makan,” kata Jusman. 

Kepala Dinas Perdagangan dan Industri Waykanan, Hi, Imanto, SH, MM., berjanji akan memfasilitasi kembali pertemuan petani dengan perusahaan.

“Waktu itu pernah kami fasilitasi akan tetapi masalah kembali timbul, coba nanti saya akan coba berkomunikasi dengan perusahaan pembeli singkong di Waykanan apa masalahnya,” tegas Imanto.(wk1/mlo)




Pos terkait