Hari Ketiga KBM Luring di Madrasah Berjalan Lancar 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pelaksanaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) tatap muka atau luring yang berlangsung sejak Senin (4/11) hingga hari ketiga berjalan lancar. Penerapan protokol kesehatan di setiap sekolah nampak ketat, seperti di MTs Negeri 1 Lampung Barat, Rabu (4/11).

Kepala MTs N 1 Lambar Gunawan Susanto M.Pd, menjelaskan, secara umum pelaksanaan pembelajaran tatap muka cukup bagus. Siswa dan guru telah melaksanakan penerapan protokol pencegahan Covid-19 di lingkungan sekolah. Stakeholder terkait juga terlibat menyukseskan program ini terutama petugas UPT Puskesmas yang hadir untuk mengedukasi siswa tentang pencegahan penyebaran wabah Covid-19.

Bacaan Lainnya

”Anak-anak tampak antusias menyambut KBM luring ini, Apa yang menjadi kesulitan anak-anak sudah dapat terselesaikan oleh gurunya. Jadi saat ini Yang perlu diperhatikan bagaimana mempertahankan stamina dan mempertahankan protokol kesehatan yang telah diterapkan,” jelasnya.

Dalam penerapan KBM tatap muka ini, lanjutnya, pihak sekolah menerapkan skenario pembelajaran sesuai protokol kesehatan seperti jumlah setiap siswa hanya diisi sebanyak 50% dari total siswa, tidak ada jam istirahat, Waktu pembelajaran 20 menit per jam mata pelajaran.

“Untuk siswa yang masuk pagi pukul 7.30 WIB sampai jam 10.15 WIB diisi oleh nomor absen ganjil dan untuk siswa yang masuk siang atau pukul 12.45 WIB hingga pukul 15.00 WIB di isi oleh nomor absen genap,” jelasnya.

Selain itu, ia menambahkan bahwa perihal penerapan protokol kesehatan seluruh warga sekolah diwajibkan menjalani pengecek suhu tubuh saat hendak masuk kelingkungan sekolah, cuci tangan pakai sabun di air mengalir, menggunakan masker menjaga jarak serta tidak berkerumunan.

Terpisah, Hapzon effendi salah seorang wali murid menyambut positif pembelajaran tatap muka terbatas di madrasah tersebut. Menjadikan siswa memiliki pengalaman dan paham bagaimana mengikuti KBM di tengah pandemi Covid-19.

”Yang kami lihat anak kami lebih nyaman dalam pembelajaran secara luring. Sehingga kami sangat setuju, harapannya ke depannya bisa memiliki pengalaman apa yang bisa kita lakukan di era new normal ini,” jelasnya.

Di sisi lain hal yang perlu diperhatikan oleh SDM di sekolah adalah membagi peran masing-masing guru untuk memastikan siswa mengikuti protokol kesehatan secara ketat.(edi)Empat Pekon di Batubrak Lolos Verifikasi ODF Tingkat Provinsi 

Medialampung.co.id – Empat pekon di Kecamatan Batubrak, Kabupaten Lampung Barat  telah dinyatakan lolos pada proses verifikasi program Open Defecation Free (ODF) tingkat provinsi Provinsi Lampung.

Keempat pekon yaitu Pekon Sukaraja, Gunungsugih, dan Tebaliokh tersebut telah dinyatakan sebagai pekon ODF atau atau telah terbebas dari buang air besar sembarangan dan telah dinyatakan siap menggelar deklarasi pada 2021 mendatang.

Kepala UPT Puskesmas Batubrak Nezwan S.K.M, menjelaskan, dengan telah lolosnya ke empat pekon tersebut ia berharap agar kegiatan itu bukan hanya seremonial belaka, melainkan harus menjadi komitmen masyarakat untuk meningkatkan derajat kesehatan.

“Dengan telah lolos verifikasi tingkat provinsi, maka keempat pekon ini siap untuk deklarasi pada 2021 tahun mendatang. Semoga ini menjadi motivasi bagi pekon lainnya,” ungkap Nezwan saat ditemui di ruang kerjanya Rabu (4/11).

Selanjutnya, kata dia, dengan telah lolosnya ke empat pekon tersebut maka tercatat masih ada tujuh pekon yang harus mempersiapkan diri untuk mengikuti verifikasi ODF tersebut.

“Di Kecamatan Batubrak baru empat pekon yang mengikuti verifikasi, sementara sisanya sebanyak tujuh pekon masih dalam persiapan, dan sebetulnya dari data di lapangan kesiapan mereka sudah 95 persen, sehingga mudah-mudahan segera menyusul,” kata dia.

Lebih lanjut ia memaparkan bahwa kegiatan verifikasi ODF yang dilaksanakan serentak di lambar rtak terkecuali di kecamatan setempat adalah untuk mengejar target bahwa di tahun 2021 kabupaten Lambar menargetkan untuk mendeklarasikan diri sebagai Kabupaten ODF. 

“Untuk merealisasikan itu, kita terus berupaya melakukan intervensi sekaligus berkoordinasi dengan unsur pemerintah pekon dan masyarakat agar memperbaiki akses jamban paling tidak sesuai standar minimal.  Bagi yang bisa kita kami dorong untuk mandiri. Sedangkan yang tidak mandiri kita koordinasikan ke pemerintah pekon agar menjadi salah satu program prioritas dalam program dana desa,” pintanya.

Ia pun menjelaskan jamban standar yang bagus yakni wajib harus ada septic tank yang kedap air. Kemudian ada peresapannya dan jarak resapan dengan sumur minimal 10 meter.

“Namun kalau tidak bisa memenuhi standar tersebut, paling tidak sesuai standar minimal, misalnya jika masih menggunakan WC cemplung minimal ada penutup sehingga tidak mencemari lingkungan,” imbuhnya. (edi/mlo)




Pos terkait