Hari Pertama, Tim Disbunnak Tidak Temukan Adanya Hewan Kurban yang Sakit 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id   –  Dinas Perkebunan dan Peternakan (Disbunnak)  Kabupaten Lambar  melakukan pemeriksaan hewan kurban di Lingkungan Heru  Kelurahan Pasarliwa, Pekon Sebarus, Pekon Gunungsugih, Pekon Wates, Pekon Padangdalom, Pekon Padangcahya, Pekon Sukarame Kecamatan Balikbukit, Selasa (28/7).

“Hari ini kita sudah turun kelapangan melakukan pemeriksaan sapi dan kambing dan hasilnya tidak ditemukan adanya ternak yang sakit.  Menurut belantik, jika dibandingkan dengan tahun 2019, tahun ini jauh menurun baik harga maupun jumlah persediaan dan yang terjual yaitu penurunan 30-40 persen,” ungkap Kabid Peternakan Alma Arif, S.I.P mendampingi Kepala Disbunnak Agustanto Basmar, S.P, M.Si,  Selasa (28/7)

Bacaan Lainnya



Dipaparkannya, pemeriksaan hewan kurban meliputi pemeriksaan kesehatan dan umur hewan. Hewan kurban harus benar benar dalam keadaan sehat dan layak untuk disembelih, diantaranya harus cukup umur, sudah ganti gigi, tidak cacat dan dalam kondisi sehat. Selain itu, pemeriksaan hewan kurban juga untuk mencegah penyebaran penyakit hewan seperti Anthrax.

“Pemeriksaan hewan kurban dibagi dalam dua tahap yaitu pemeriksaan Ante Mortem yaitu pemeriksaan fisik luar hewan sebelum dilakukan pemotongan dan Post Mortem yakni pemeriksaan bagian dalam hewan sesudah pemotongan, ” ujar dia.

Lanjut dia, hewan yang sehat secara klinis, yakni tidak cacat, hidung normal, mata normal, jantung dan paru paru juga normal. Sementara itu, untuk pemeriksaan Post Mortem dilakukan dengan sasaran pemeriksaan meliputi kondisi hati, jantung, paru paru, limpa, ginjal dan organ bagian dalam hewan.

“Apabila ditemukan kelainan-kelainan dan ada cacing hati maka organ tersebut harus disingkirkan atau dibuang, karena tidak layak untuk dikonsumsi,” tegasnya. 

Selain di Kecamatan Balikbukit, lanjut dia, Tim Disbunnak juga akan melakukan pemeriksaan di kecamatan lainnya di Kabupaten Lambar hingga H+5 hari raya Idul Adha. 

Masih kata dia, pihaknya telah menyiapkan dua macam stiker, yaitu bagi ternak yang sehat akan dipasang stiker bertuliskan SEHAT berwarna hijau dan direkomendasikan untuk dijual. Sedangkan stiker berwarna merah dalam pengawasan pihaknya tidak merekomendasikan untuk dijual.

“Jadi hasil pemeriksaan kita kalau ternak yang sehat maka kita rekomendasikan untuk dijual dan  dipasang stiker berwarna hijau sedangkan bagi hewan yang dalam pengawasan akan dipasang stiker berwarna merah, kami juga tidak merekomendasikan untuk dijual,” pungkas dia. (lus/mlo)



Pos terkait