Hasil Rekontruksi, di Adegan Kedelapan Nyawa Zupli Dihabisi 

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Polsek Sekincau, Polres Lampung Barat menggelar rekonstruksi terkait kasus pembunuhan yang terjadi di Pekon Turgak Kecamatan Belalau pada Senin (15/2) lalu.  

Dalam proses rekonstruksi yang berlangsung di sebuah kebun di samping mapolsek setempat pada Rabu (17/3) tersebut, terdapat 11 adegan yang digelar dan  Pada adegan kedelapan nyawa Zupli dihabisi oleh pelaku yang tak lain merupakan kakak sepupunya tersebut.

Bacaan Lainnya

Kegiatan rekonstruksi tersebut dipimpin langsung oleh Kapolsek Sekincau Kompol Sukimanto, S.Sos.,M.M Kanit Reskrim Iptu Edward Panjaitan dan di ikuti  Kanit 1 Intelkam Ipda Fadli, Katim Buru Sergap (Buser) Aiptu Agus Lumban, Jaksa penuntut umum (JPU) Kejari Liwa Firma Hasmara, S.H, Peratin Pekon Turgak Ikhwan serta Keluarga pelaku dan keluarga Korban.

Sementara, rekonstruksi diperankan sebanyak lima orang yaitu tersangka atas nama Mazkur, kemudian korban  di perankan oleh Briptu deden ardiles serta tiga orang saksi yakni madya, mukhtar dan syahrial.

Kapolsek Sekincau Kompol Sukimanto, S.Sos, M.M, mewakili Kapolres AKBP Rachmat Tri Haryadi, S.Ik, M.H, menjelaskan, bahwa proses rekonstruksi yang digelar sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP) tersebut merupakan sebuah tahapan untuk memperjelas peristiwa yang terjadi serta untuk meyakinkan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Kegiatan rekonstruksi berlangsung di sebuah kebun milik warga yang berada di sekitar Mapolsek sekincau, dalam rekonstruksi ini ada 11 adegan yang diperankan,” ujar Kompol Sukimanto.

Dijelaskannya, dalam 11 adegan tersebut, pada adegan pertama burung kutilang yang merupakan alat pikat tersebut sedang digunakan korban, kemudian pada adegan kedua dan ketiga burung pikat itu diambil dan hendak dibawa pulang oleh tersangka. Selanjutnya, pada adegan keempat terjadi perebutan antara tersangka dan korban. 

“Kemudian pada adegan kelima dan enam, tersangka mengeluarkan sebilah golok dan berhasil merebut burung pikat tersebut. Setelah itu pada adegan ketujuh tersangka kembali membawa pergi burung pikat tersebut, namun korban mengejar tersangka dan terjadi perkelahian antara keduanya,” jelasnya.

Selanjutnya, pada adegan kedelapan, saat terjadi perkelahian, korban terjatuh dalam posisi terlentang, dan tersangka langsung menusukan sebilah golok ke bagian dada korban hingga korban meregang nyawa, kemudian tersangka berdiri menyarungkan goloknya kemudian pergi meninggalkan korban.

“Sementara pada adegan ke sembilan saksi atas nama madya yang merupakan rekan korban langsung menolong dan memindahkan tubuh korban dengan bersandar pada pohon,” paparnya.

Selanjutnya, pada adegan ke 10 saksi madya berusaha mengangkat korban, namun tidak kuat sehingga ia mencari pertolongan sembari berteriak, saat itu saksi madya bertemu dengan saksi Mukhtar.

“Pada adegan ke 11 saksi madya dan mukhtar kembali ke tempat korban untuk memberikan pertolongan dengan memberi tanaman rerumputan untuk mengobati lukanya. Dan pada adegan ke 12 saksi Madya kembali pergi mencari pertolongan dan bertemu saksi Sahrial,” tuturnya.

Kemudian pada adegan ke 13 saksi Sahrial dan madya kembali ke tempat korban dan mendapati korban sudah meninggal. Setelah itu saksi Sahrial langsung menghubungi keluarganya via telepon untuk memberitahu bahwa Zupli telah meninggal dunia.(edi/mlo)


Pos terkait