Hasil Swab Test, Satu OTG dinyatakan Positif Covid-19

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Satu warga Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) yang dinyatakan positif Covid-19, asal Kecamatan Pesisir Selatan merupakan santri di salah satu pondok pesantren di Provinsi Jawa Timur. 

Pasien Covid-19 tersebut sebelumnya terdaftar sebagai orang tanpa gejala (OTG) setelah dilakukan rapid test dan hasilnya reaktif, kemudian dilakukan swab test hasilnya positif Covid-19. 

Bacaan Lainnya



Selain satu warga yang dinyatakan positif tersebut, terdapat tujuh orang yang dilakukan swab test, namun dari delapan orang yang menjalani swab test baru empat orang yang hasilnya telah keluar tiga orang dinyatakan negatif dan satu orang hasilnya positif, sedangkan empat orang lainnya masih menunggu hasil. 

Kadiskes Pesbar Tedi Zadmiko, S.Km., mengatakan saat ini orang tersebut berikut dengan keluarganya sudah dilakukan isolasi, termasuk telah diberikan juga edukasi. 

“Diberikan pemahaman agar satu keluarga tersebut tidak keluar rumah dan menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dan mematuhi protokol kesehatan,” kata dia. 

Menurutnya, besok Selasa (36/5), pihaknya akan melakukan swab PCR ulang untuk mengetahui perkembangan, pihaknya berharap hasil swab PCR ulang nanti orang dimaksud sudah negatif, karena memang orang tersebut adalah Orang Tanpa Gejala (OTG) dan cukup sehat yang bisa jadi imun tubuhnya cukup kuat.

“Kita telah mengimbau agar keluarga tersebut bisa bekerjasama dengan petugas dengan berkoordinasi dan mematuhi protokol kesehatan. Selain itu kita juga mengimbau agar warga tidak panik dengan adanya satu orang yang sudah dinyatakan positif Covid-19 tersebut,” terangnya.

Lanjutnya, hingga kini Kabupaten Pesbar tidak ada kasus Covid-19. Artinya adanya masyarakat yang terpapar virus corona dimaksud berawal dari luar daerah yang dibawa ke kampung halamannya yang kebetulan berada di Pesisir Barat. 

“Yang terpenting saat ini masyarakat Pesbar bersama-sama untuk melawan Covid-19 dengan kompak, saling support, tidak perlu khawatir, apalagi mengucilkan,” ujarnya. (ygi/mlo)



Pos terkait