Hasil Tracing, 22 Orang di Batubrak di Swab  

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Petugas surveilans UPT Puskesmas Batubrak, Kabupaten Lampung Barat terus melakukan tracing pasca adanya penambahan dua kasus positif Covid-19 yaitu pasien isolasi yang meninggal dunia pada Jumat (8/1) lalu atas nama Ny M (63) warga Pekon Kegeringan, dan Ny E warga Pekon Kembahang yang kini tengah menjalani isolasi mandiri.

Kepala UPT Puskesmas Batubrak Nezwan, S.K.M, menjelaskan bahwa  dari hasil tracing tersebut, total ada sebanyak 22 orang yang telah menjalani Swab dengan rincian 19 orang di Pekon Kegeringan dan tiga orang di Pekon Kembahang.  

Bacaan Lainnya


“Hari ini 18 orang jalani swab, empat orang sudah lebih dulu usai pemakaman pasien isolasi yang meninggal dunia di Pekon Kegeringan beberapa waktu lalu, jadi semuanya 22 orang. Semoga saja hasilnya negatif,” kata Nezwan. 

Lanjut dia, untuk pasien positif Covid-19 di Pekon Kembahang, hingga kini masih menjalani isolasi mandiri, sehingga kepada masyarakat di lingkungan sekitar ia mengimbau agar tidak panik namun tetap waspada serta menjalankan protokol kesehatan.

“Ya untuk pasien Ny. E masih menjalani isolasi. Memang sebelum dinyatakan positif, pasien ini sempat menjalani perawatan di rumah sakit Alimuddin Umar karena menderita gejala diabetes,” jelasnya. 

Disinggung soal tindaklanjut kegiatan tracing yang terhadap pasien yang memiliki riwayat kontak dengan para pasien tersebut,  Nezwan memastikan kegiatan tersebut masih akan terus berlanjut.

“Tracing akan terus kita lakukan, sehingga kami pun terus berkoordinasi dengan aparatur pekon dan seluruh anggota keluarga untuk menginformasikan apabila masih ada warga yang merasa pernah kontak dengan pasien untuk segera melapor, karena ini salah satu upaya untuk mengantisipasi  penyebaran,” imbuhnya.

Disamping itu, upaya sosialisasi ke masyarakat tentang disiplin protokol kesehatan juga terus dilakukan agar protokol kesehatan dengan menerapkan 3M yaitu memakai masker, menjaga jarak serta rajin mencuci tangan benar-benar dijalankan masyarakat di tengah aktivitas sehari-hari. (edi/mlo)




Pos terkait