Hasil Tracing, Dinkes Lambar Swab Sepuluh Orang

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Dinas Kesehatan (Dinkes) Lampung Barat bersama sejumlah Puskesmas terus melakukan tracing terhadap kasus terkonfirmasi baru Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) di kabupaten setempat. Hasilnya, sebanyak sepuluh orang dilakukan Swab dan telah dikirim ke Bandarlampung dan masih menunggu hasilnya. 

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Lambar Paijo, SKM, M. Kes., mengungkapkan, sepuluh orang yang Swab tersebut dengan rincian empat orang hasil  tracing di Kecamatan Kebuntebu, dua orang dari Kecamatan Sekincau dan empat orang dari Kecamatan Batuketulis. 

Bacaan Lainnya

“Mereka merupakan orang-orang  yang melakukan kontak erat dengan lima orang yang sebelumnya terkonfirmasi Covid-19. Mereka kami lakukan Swab dan sudah dikirim, sehingga tracing akan dilakukan kembali setelah hasil Swab diterima, ” ujarnya. 

Sementara itu, disinggung soal tidak adanya warga yang terkonfirmasi Covid-19 dirawat di ruang isolasi RSUDAU, menurutnya sesuai pedoman penanganan Covid-19 terakhir untuk pasien dengan keluhan ringan hingga sedang  bisa melakukan isolasi di rumah, hanya saja tetap dilakukan pemantauan oleh petugas kesehatan selama sepuluh hari. 

“Mereka OTG (Orang Tanpa Gejala) dalam pedomannya mereka tidak harus dirawat. Tetapi melakukan isolasi di rumah selama sepuluh hari, dan jika selesai isolasi dan tidak ada gejala maka mereka dinyatakan sehat, dan tidak dilakukan Swab kembali sesuai pedoman terbaru,” ujar Paijo. 

Sebelumnya, Kasus terkonfirmasi Covid-19 Lambar terus mengalami peningkatan. Terbaru sebanyak lima orang warga terkonfirmasi Covid-19. Penambahan tersebut terdiri dari tiga orang merupakan hasil tracing gang dilakukan terhadap tujuh kasus terkonfirmasi Covid-19 sebelumnya, sementara dua orang lainnya merupakan klaster baru. 

Berdasarkan data yang berhasil dihimpun, penambahan kelima terkonfirmasi positif Covid-19 tersebut yakni ELS (22) warga Pemangku Simpang Luas Pekon Luas, Kecamatan Batuketulis merupakan hasil tracing dari HC, mahasiswa asal Lambat yang terdeteksi positif Covid-29 di Bandar Lampung. Selanjutnya, LO (35), warga Pekon Way Petai, Kecamatan Sumberjaya, tracing dari klaster Palembang. Lalu SR (23), warga Pekon Tugusari, Kecamatan Sumberjaya, tracing dari klaster Ciamis.

Sementara itu ada klaster baru berjumlah dua orang yakni IR (44), warga Pekon Purawiwitan, Kecamatan Kebuntebu, merupakan hasil dari rapid test massal terbatas yang dilakukan Dinkes setempat, dan J (57), warga Lingkungan VI Kelurahan Sekincau, Kecamatan Sekincau.

IR diketahui sering bepergian dengan kelompok pengajian dan salah satu pengurus pondok pesantren di Kebuntebu. Sementara J, merupakan klaster dari Bandar Lampung, karena memiliki riwayat baru pulang dari Bandar Lampung, dua September lalu. (nop/mlo)


Pos terkait