Heboh! Pria Paruh Baya Ditemukan Tewas Tergantung di Depan Rumahnya

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Bunuh diri masih dianggap sebagai jalan pintas bagi segelintir orang untuk mengakhiri penderitaannya.

Di Kabupaten Waykanan sendiri sejak bulan Januari hingga hari ini saja sudah tercatat ada 3 kasus bunuh diri yang terjadi di Kecamatan Blambangan Umpu dan Umpu Semengguk. 

Bacaan Lainnya

Kasus pertama terjadi pada seorang laki-laki paruh baya bernama Azis yang bunuh diri di gubuk sawah yang ada di belakang rumahnya, diduga dia nekat mengakhiri hidupnya karena takut dikatakan terpapar Covid-19 setelah dia merasakan badannya selalu panas dan kurang sehat.

Selanjutnya dilakukan oleh seorang pemuda bernama Eko (17), warga Dusun Talang Sinyal Kampung Lembasung Kecamatan Blambangan Umpu itu juga meninggal secara tragis, berdasarkan keterangan beberapa rekannya Eko diduga mengakhiri hidupnya karena putus cinta.

Kasus terakhir terjadi pada Jumat (12/2) pagi ini di Kampung Panca Negeri Kecamatan Blambangan Umpu dikejutkan dengan penemuan jasad seorang laki-laki paruh baya bernama Busri (52). 

Jasad Busri ditemukan pertama kali oleh seorang penjual kerupuk keliling dengan keadaan tergantung di sebuah pohon yang ada di depan rumahnya, kakinya masih menyentuh tanah dan masih memakai pakaian lengkap dan bahkan terlihat cukup rapi. 

“Almarhum ditemukan pada pukul 6.30 WIB tadi pagi, padahal istrinya ada di dalam rumah namun tidak mengetahui kalau suaminya sudah meninggal dunia, karena memang selama ini almarhum Busri hanya tinggal berdua saja dengan istrinya karena anak-anaknya sudah pada merantau,” ujar Wahidin Kepala Kampung Panca Negeri. 

Lebih jauh, menurut Wahidin, awalnya warga merasa curiga dengan penyebab kematian Busri karena melihat kondisi kakinya yang masih menyentuh tanah dan ia dalam posisi berpakaian lengkap, namun hasil visum yang dilakukan oleh tim medis dan disaksikan oleh Babinsa setempat serta Bhabinkamtibmas setempat dipastikan kalau almarhum meninggal karena bunuh diri.

Kesimpulan tersebut didapatkan karena terdapat ciri-ciri bunuh diri, yakni mengeluarkan sperma dan terdapat bekas jeratan tali yang mengikatnya dengan jelas di leher tanpa ada ada tanda-tanda penganiayaan yang lain

“Saat ini jenazah almarhum telah dikebumikan di pemakaman Kampung ini,” tegas Wahidin. 

Sementara itu, hingga saat ini pihaknya dan keluarga sama sekali belum mengetahui apa penyebab almarhum nekat mengakhiri hidupnya dengan cara tragis karena almarhum dikenal cukup bergaul dengan masyarakat dan sama sekali tidak memiliki masalah.(wk1/mlo)


Pos terkait