Hendak Melahirkan, Warga Wayharu Harus Ditandu

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Masyarakat Pekon Wayharu Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) hingga kini masih kesulitan untuk mendapat akses transportasi. Kondisi itu menjadi kendala masyarakat di empat pekon terisolir di Kecamatan Bangkunat itu, salah satunya Pekon Wayharu.

Peratin Pekon Wayharu, Dian Setiawan, mengatakan hingga kini masyarakat masih kesulitan untuk mendapat akses transportasi sehari-hari karena kondisi badan jalan yang ada hingga kini belum ada peningkatan dan masih berupa tanah, terutama saat kondisi musim penghujan seperti sekarang ini ruas jalan menuju Pekon Wayharu tidak bisa dilalui kendaraan.

Bacaan Lainnya

Bahkan, Rabu (23/6) terdapat salah satu Ibu Rumah Tangga (IRT) yang hendak melahirkan terpaksa harus ditandu dan digotong bersama masyarakat setempat untuk dibawa ke luar Pekon karena harus dirujuk ke Rumah Sakit untuk mendapat penanganan yang lebih intensif kembali. Warga itu terpaksa harus dirujuk karena tenaga medis yang ada di dalam Pekon itu tidak mampu untuk melakukan penanganan.

“Sehingga harus segera dirujuk ke Rumah Sakit. Namun, karena musim hujan dan membuat jalan licin serta tidak bisa dilalui kendaraan, maka warga kita itu terpaksa harus ditandu dengan berjalan kaki oleh masyarakat setempat,” katanya.

Masih kata dia, masyarakat secara bergotong royong bergantian untuk menandu warga yang hendak melahirkan itu dengan menggunakan kain sarung dan sebatang bambu. Kondisi seperti itu kerap terjadi di wilayah terpencil di Kecamatan Bangkunat itu. Karena itu, tentu masih menjadi kendala yang cukup besar bagi masyarakat, terutama untuk kepentingan mendesak dan darurat seperti sekarang ini.

“Kita berharap agar masyarakat tetap bersabar,mudah-mudahan kedepan ruas jalan menuju Pekon Wayharu ini bisa terus mendapat dukungan dari Pemerintah, sehingga tidak lagi menyulitkan warga untuk akses transportasi,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)




Pos terkait