Heri : Program yang Bermanfaat Itu Harus Berkesinambungan

  • Whatsapp
Banang DPRD Lampung Barat, menggelar Raker dengan pihak eksekutif, dalam rangka pembahasan lanjutan RAPBD Lambar tahun anggaran 2020 di ruang sidang Marghasana DPRD setempat, Selasa (12/11). - Foto Nopriadi

Medialampung.co.id – Badan Anggaran (Banang) DPRD Lampung Barat (Lambar), menggelar rapat kerja (Raker) dengan pihak eksekutif, dalam rangka pembahasan lanjutan rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah (RAPBD) Lambar tahun anggaran 2020, di ruang sidang Marghasana DPRD setempat yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD yang juga Ketua Banang  Edi Novial, S.Kom., sementara dari pihak eksekutif dipimpin langsung oleh  sekretaris kabupaten (Sekkab) Lambar Akmal Abdul Nasir, S.H.

Anggota Banang Heri Gunawan, S.T., mengharapkan kepada seluruh OPD untuk melanjutkan program-program yang memang dirasakan dan berdampak terhadap kesejahteraan masyarakat. Harapan tersebut menyusul adanya program di sejumlah OPD yang tidak lagi dilanjutkan untuk tahun anggaran 2020 mendatang.

Bacaan Lainnya



”Kita punya program, itu harus meninggalkan jejak, jangan sampai kita punya RPJMD tidak kita jalankan, dan jangan sampai ada program yang kita pikir bermanfaat untuk masyarakat tidak diteruskan, sehingga program harus yang memang berdampak baik itu harus berkesinambungan,” ujarnya.

Sementara itu, Anggota Banang lainnya Ismun Zani, S.I.P., mengatakan, pihaknya tidak menginginkan ada OPD beralasan bahwa penghapusan program di tahun anggaran 2020 mendatang itu karena keterbatasan anggaran.

”Anggaran kita memang berkurang sekitar Rp60 miliar untuk tahun depan, tetapi jangan sampai itu dijadikan alasan, dan kalaupun itu memang sudah dirasakan masyarakat manfaatnya maka harus dilanjutkan, dan mungkin bisa disiasati dengan mengurangi program lainnya,” kata dia.

Menanggapi itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (DTPH) Lambar Yedi Ruhyadi,S.P., mengatakan, untuk program pengadaan karung yang nantinya untuk mempromosikan hasil dari tanaman padi di Lambar  sudah ada sejak tahun anggaran 2019 dan akan dilanjutkan di tahun anggaran 2020 mendatang.

”Untuk kegiatan pengadaan karung, bermerk beras Sukau dan Lumbok sudah dilaksanakan dan itu sudah disampaikan ke kelompok penerima  dan  program itu akan kami lanjutkan, terkeculi memang untuk program pupuk organik,” pungkasnya. (nop/lusi/mlo)



Pos terkait