Herman HN Bantah Bandarlampung Zona Merah

  • Whatsapp
Walikota Bandarlampung Herman HN

Medialampung.co.id – Walikota Bandarlampung Herman HN menanggapi informasi yang menyatakan bahwa Bandarlampung kini telah menjadi salah satu Zona Merah Covid-19.

Menurut Herman, Kota Bandarlampung saat ini belum masuk Zona Merah, karena penjelasan dari pusat baru setengah-setengah.

Bacaan Lainnya



“Tempo hari Pasien yang meninggal berjumlah empat orang, 3 orang yang mempunyai riwayat perjalanan dari Italia, yaitu salah satunya Bendahara PT Sinar Laut, kemudian ada juga yang mempunyai riwayat perjalanan dari Jogjakarta, yaitu pegawai PU pusat, yang sedang dirawat sekarang, ada seorang laki-laki, mempunyai riwayat perjalanan dari luar negeri juga,” ujar Herman.

Selain itu, hari ini ada pasien positif Covid-19 yang dirawat di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah Abdoel Moeloek (RSUDAM) dinyatakan sembuh, yaitu seorang laki-laki, sehingga total yang sembuh sebanyak 11 orang (29/4).

Sedangkan yang masih dirawat berjumlah 3 orang, yang pertama dirawat di RSUDAM seorang laki-laki berinisial M, kemudian dua pasien berinisial S dan P yang dirawat di RSD Dr. A. Dadi Tjokrodipo.

“Jadi kalau kita dikatakan zona merah, saya rasa itu belum. Karena semua yang terpapar Covid-19 ini terpapar dari luar semua,” tegas orang nomor satu di Kota Bandarlampung itu.

Pemkot Bandarlampung, lanjutnya, sudah berusaha semaksimal mungkin untuk mencegah penyebaran wabah Covid-19, dengan melakukan penyemprotan di seluruh rumah ibadah, pemukiman warga serta sekolah-sekolah.

Selain itu, lima titik pintu masuk Kota Bandarlampung sudah dilakukan penyemprotan ke tiap-tiap kendaraan yang masuk serta melakukan pengecekan suhu tubuh terhadap orang yang berada di dalamnya.

“Saya sudah berkoordinasi dengan tim gugus tugas penanganan percepatan Covid-19 Kota Bandarlampung, mulai hari ini saya akan buat surat kepada aparat untuk melaksanakan tugas di tiap-tiap pasar agar para pedagang dan pembeli memakai masker serta membiasakan mencuci tangan di fasilitas yang sudah kita sediakan,” tuturnya.

Herman juga menjelaskan bahwa sejak Senin (27/4) lalu semua aparat Kesehatan, Camat, Lurah dan RT telah mendatangi setiap rumah untuk dilakukan pengukuran suhu tubuh dengan thermogun.

Selanjutnya, Pemkot Bandarlampung juga telah menyiapkan 5000 unit alat rapid test yang rencananya pekan ini akan langsung digunakan melalui Kelurahan dan Puskesmas.

“Semua keperluan sudah saya beli sejak 16 Maret 2020. APD jenis baju sekitar 500 unit, masker 1.000 dus dan juga hand sanitizer kita siapkan untuk masyarakat kota Bandarlampung,” ujarnya.

Walikota juga menjelaskan, dari bulan  Maret kita Pemkot Bandarlampung sudah bergerak, bersama TNI Polri, OPD perangkat desa lurah sudah berusaha untuk memutuskan mata rantai Covid-19 ini agar tidak menyebar.

“Untuk PSBB Saya rasa belum perlu karena warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 bukan benar-benar dari warga Kota Bandarlampung dan itu bagi mereka yang sudah masuk Bandarlampung harus mengikuti protokol kesehatan dengan melaksanakan isolasi mandiri di rumah masing-masing,” tambah Herman HN.(*/mlo)



Pos terkait