Herman HN Bubarkan Kerumunan KPPS yang Hendak Rapid Test

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Walikota Bandarlampung Herman HN membubarkan Kerumunan anggota KPPS yang hendak melakukan rapid test ulang di Apotik Gemari, di Tanjungkarang Pusat, Jumat (4/12).

Saat itu Herman HN tengah melakukan sidak masker rutin di area pasar dan jalan-jalan protokol, karena melihat adanya kerumunan di salah satu apotik Tanjung Karang, dia langsung menghampiri dan membubarkannya.

Bacaan Lainnya


Dia mengatakan jika ada rapid tes untuk anggota KPPS tersebut justru berpotensi menambah klaster baru. 

Saat itu juga Ia langsung menelpon kepala Dinas Kesehatan setempat, untuk dialihkan ke seluruh puskesmas.

“Rupanya (rapid test) itu ditunjuk oleh KPU. Saya sendiri tidak mengetahui juga itu ditunjuk langsung KPU. Maka saya bilang nggak boleh,” tegas Walikota Herman Herman HN saat meninjau proyek flyover Sultan Agung. 

Seharusnya, kata Herman, anggota KPPS paham dan melaksanakan disiplin protokol kesehatan, karena selaku penyelenggara jelas mereka harus dalam keadaan sehat.

“Sekarang semua anggota KPPS itu dialihkan ke semua puskesmas. Gratis nggak bayar-bayar rapid test itu,” tegas orang nomor satu di Kota Tapis Berseri itu.

Ia juga mengimbau kepada masyarakat, yang ingin mengecek kesehatannya ke rumah sakit atau ke puskesmas tidak perlu ragu karena dipastikan gratis, yang terpenting memiliki e-KTP Bandarlampung.

Sementara Kepala Dinas Kesehatan kota  Bandarlampung Edwin Rusli, menjelaskan, hal itu merupakan kesalahpahaman masyarakat. Karena menurut dia, sebenarnya KPU telah menyiapkan dua tempat untuk melakukan rapid test.

“Di klinik Tanjungkarang sama yang di Way Halim. Tapi mereka malah berkumpul di satu tempat saja yang seharusnya di dua tempat itu masyarakat kurang paham,” tutur Edwin.

Karena ramai berkerumun, tambahnya, lantaran ada 1.533 KPPS yang dinyatakan reaktif pada tahap pertama, maka dari itu mereka dialihkan ke semua puskesmas terdekat dari rumah mereka.

“Jika kerumunan terus berlangsung itu bisa membawa virus juga kan. Saya meminta kepada mereka yang menjadi bagian Petugas KPPS kita suruh mereka ke puskesmas manapun yang mereka mau, dan itu gratis,” tandasnya.(*/mlo)




Pos terkait