Hi. Arinal Tinjau Pembibitan Kambing Saburai di Negerisakti

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Gubernur Lampung Ir. Hi. Arinal Djunaidi meninjau langsung pembibitan Kambing Saburai dalam kunjungan kerja ke Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Balai Pembibitan Ternak Kambing Dinas Peternakan Provinsi Lampung di Negerisakti, Kecamatan Gedongtataan, Kabupaten Pesawaran, Selasa (10/3).

Selain untuk mewujudkan Lampung sebagai Lumbung Ternak Nasional langkah cepat Gubernur ini juga menindaklanjuti hasil pertemuan dengan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) DKI akhir pekan lalu.

Bacaan Lainnya



“Ternak itu bisa sapi, kambing, kerbau, ayam dan bebek. Dan hari ini kita bicara soal kambing, dan kambing kita (kambing saburai) sudah punya keberhasilan,” jelas Gubernur .

Menurut Gubernur, Kambing Saburai merupakan hasil perkawinan dari kambing peranakan etawa betina dengan kambing boer jantan. 

“Kambing Saburai inilah yang nanti akan kita jadikan sebagai suplai untuk kebutuhan para peternak,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gubernur Arinal mengatakan kunjungan ini juga untuk melihat agar jangan sampai terbuai dalam pembibitan.

“Tahun ini kita akan lakukan peremajaan atau pergantian indukan supaya ke depan lebih banyak lagi. Hal ini  tentu akan meningkatkan jumlah pendistribusian untuk ternak lebih banyak dan keberhasilan lebih besar,” katanya.

Terkait peningkatan ke depan, Arinal menuturkan bahwa ini bergantung dari hukum permintaan. 

“Beberapa hari yang lalu saya bertemu dengan BUMD DKI terkait permintaan ternak ini. Kebutuhannya tergantung dari transaksi, kalau pasarnya cocok, berapapun akan kita suplai,” ujar Gubernur.

BUMD DKI, lanjut Arinal, meminta supaya bahan baku tidak lagi masuk Jakarta, tapi sudah diproses di Lampung. “Artinya, rumah potong hewan ada di Lampung,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Plh. Kepala UPTD Balai Pembibitan Ternak Kambing Kusmiati menjelaskan bahwa UPTD memiliki luas lahan sekitar 7,7 hektar. Di tempat tersebut dimanfaatkan untuk pembibitan kambing saburai sekitar 138 ekor. 

“Kambing Saburai ini merupakan hasil persilangan kambing peranakan etawa betina dengan kambing boer jantan. Dan kambing saburai ini sudah ditetapkan sebagai kambing Provinsi Lampung pada tahun 2015,” jelas Kusmiati. 

Terkait Pendapatan Asli Daerah (PAD) 2020, Kusmiati menjelaskan bahwa UPTD Balai Pembibitan Ternak Kambing ditargetkan PAD 2020 sekitar Rp83 juta. Tahun lalu, PAD kita ditargetkan sekitar Rp12 juta.

“Untuk mencapai target PAD tersebut, kita melakukan upaya di antaranya memberikan pakan yang cukup terhadap budidaya kita, dan melakukan pengobatan secara rutin agar ternak sehat dan berkembang dengan bagus, sehingga mampu berkembang biak dengan baik,” ujarnya. (*/mlo)



Pos terkait