Hingga Februari, Kasus DBD di Blambangan Umpu Menurun Drastis

  • Whatsapp
Kepala UPT Puskesmas Blambangan Umpu dr. Indrajaya

Medialampung.co.id – Pola hidup sehat yang saat ini diterapkan oleh masyarakat ibukota Waykanan di masa pandemi Covid-19, ternyata memberikan dampak positif terhadap kehidupan masyarakat, terutama yang menyangkut kesehatan masyarakat diantaranya penyakit DBD mulai marak sejak Januari, akan tetapi kasusnya justru menurun. 

Kepala UPT Puskesmas Blambangan Umpu dr. Indrajaya mengungkapkan, fenomena ini diperkirakan terjadi akibat masyarakat yang mulai sadar dan lebih menjaga kebersihan diri dan lingkungannya, terutama di masa pandemi ini masyarakat harus terus menerapkan 3M protokol kesehatan.

Bacaan Lainnya

“Hingga bulan Februari 2021 ini belum ada pasien DBD yang dirawat di Puskesmas Rawat Inap Blambangan Umpu atau yang dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainal Abidin Pagar Alam maupun ke rumah sakit lainnya,” ucapnya. 

Pada kesempatan yang sama dr. Indrajaya mengatakan, di Waykanan sendiri terdapat 5 instansi yang dapat melakukan Rapid Test, baik Antibodi maupun Antigen. Diantaranya RSUD ZAPA Waykanan, Puskesmas Gunung Labuhan, Puskesmas Baradatu, Puskesmas Way Tuba, dan Puskesmas Blambangan Umpu. 

“Untuk di UPT Puskesmas Kecamatan Blambangan Umpu sendiri paling banyak 2 orang per minggu yang melakukan Rapid Test untuk perjalanan, dan hingga saar ini.Puskesmas Blambsngan masih bersih dari Covid-19,” ujar dr. Indrajaya. 

Diterangkan bahwa penambahan jumlah masyarakat Waykanan yang terpapar Covid-19 semakin masif di 15 kecamatan, akan tetapi untuk Kecamatan Blambangan Umpu sendiri yang merupakan ibukota Kabupaten Waykanan justru lebih sedikit, hal itu mungkin dikarenakan penduduknya yang sangat disiplin menerapkan protokol kesehatan di lingkungannya masing-masing.(wk1/mlo)




Pos terkait