Hingga Mei 81 Warga Lambar Terjangkit DBD

  • Whatsapp
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan Lambar Ira Permata Sari, S.Farm.Apt.

Medialampung.co.id – Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Lampung Barat, masih terbilang tinggi. Per-Mei 2020,  total sebayak 81 warga kabupaten setempat terjangkit, bahkan satu pasien DBD dilaporkan meninggal dunia.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Ira Permata Sari, S.Farm. Apt., mendampingi Kepala Dinkes Lambar Paijo, SKM, M.Kes., mengatakan, masyarakat harus tetap mewaspadai penyebaran DBD, terlebih angka DBD di kabupaten setempat cukup tinggi.

Bacaan Lainnya



Jumlah kasus DBD di Lambar saat ini mencapai 81 kasus, dengan rincian menurut data Puskesmas Balikbukit 28 kasus, Puskesmas Sumberjaya 12 kasus, Puskesmas Buay Nyerupa 10 kasus, Puskesmas Pajar Bulan delapan kasus dan Sekincau lima kasus, Kecamatan tersebut merupakan lima kecamatan dengan kasus DBD tertinggi di Lambar saat ini. Terbaru, Kecamatan Pagardewa ditemukan tiga kasus dan telah dilakukan fogging. 

“Hingga akhir Mei sudah 81 warga Lambar yang terjangkit DBD satu meninggal dunia, bulan juni sudah ada data yang masuk tapi belum kami rekap, karena perekapan dilakukan akhir bulan nanti, karena itu perlunya diwaspadai,” ungkap Ira.

Lebih lanjut Ira mengungkapkan, Dinskes Lambar pada akhir 2019 lalu, telah menginformasikan bahwa pada tahun 2020 ini bakal terjadi peningkatan DBD, mengingat tahun 2020  merupakan tahun dimana siklus lima tahunan meningkatnya kasus DBD. 

“Tahun ini merupakan siklus Lima tahunan yang dimana setiap Lima tahun sekali kasus DBD akan meningkat, untuk itu sebenarnya hal ini sudah kita perkirakan sebelumnya, dan sudah kita sampaikan pada  akhir tahun lalu sebagai bentuk sosialisasi kepada masyarakat untuk mewaspadainya,” kata dia.

Ira menyebut, bentuk pencegahan masih tetap dilakukan dengan cara melakukan sosialisasi dan himbauan kepada warga tentang bahaya dari penyakit ini sendiri dan bagaimana cara mencegah penyakit tersebut dengan cara menerapkan hidup bersih.

“Fogging tetap kita lakukan di tempat yang ada kasus DBD nya, terakhir kita melakukan Fogging di daerah Pagar Dewa, Kecamatan Lumbok, selain itu kita juga melakukan sosialisasi tentang PSN 3 PLUS, termasuk menaburkan bubuk abate dengan perbandingan 10 gram per 100 liter air di setiap penampungan air, karena nyamuk DBD ini sendiri lebih menyukai berkembang biak di air bersih, air bersih yang ditaburi bubuk abate ini sendiri aman untuk dikonsumsi,” bebernya.

Pihaknya juga mengimbau kepada warga Lambar agar selalu membiasakan hidup bersih dengan rajin membersihkan lingkungan tempat tinggal, karena menurutnya DBD merupakan penyakit berbahaya dan menular.

“Percuma meskipun pemerintah melakukan sosialisasi dan pencegahan jika tingkat kesadaran masyarakat minim, untuk saya berharap taraf kesadaran masyarakat harus lebih ditingkatkan, karena DBD merupakan penyakit berbahaya,”  tutupnya. (nop/mlo)



Pos terkait