Hingga September, 14 Anak Ditemukan Stunting

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Dinas Kesehatan Kabupaten Lampung Barat melalui UPT Puskesmas Batukebayan terus memverifikasi seluruh anak di Kecamatan Batuketulis terkait kasus stunting. Tercatat hingga September 2019, sedikitnya ada 14 anak yang telah ditemukan mengalami stunting,

Seperti diketahui, stunting adalah sebuah kondisi di mana tinggi badan seseorang jauh lebih pendek dibandingkan tinggi badan orang seusianya. Penyebab utama stunting adalah kekurangan gizi kronis sejak bayi dalam kandungan hingga masa awal anak lahir yang biasanya tampak setelah anak berusia dua tahun.

Bacaan Lainnya



Kepala UPT Puksemas Batukebayan Sarwo Edi Wahono S.K.M., mengatakan, 14  anak yang mengalami stunting tersebut kini telah mendapat penanganan dari petugas puskesmas setempat. Saat ini pihaknya sebagai salah satu lembaga yang terlibat langsung dalam penanggulangan stunting, terus melakukan beberapa upaya antara lain, intervensi pemberian imunisasi, pemberian tablet penambah darah bagi remaja putri dan ibu hamil, pemberian obat cacing, pemberian makanan tambahan berupa susu, biskuit dan lain sebagainya.

“Harapan kita dengan upaya tersebut, remaja putri masa produktif, ibu hamil dan balita dapat ditingkatkan gizinya. Selain intervensi medis, kami juga terus melakukan penyuluhan intensif  tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin serta melahirkan di fasilitas kesehatan,” ungkapnya.

Menurut dia, pengaktifan dan penyadaran masyarakat tentang arti pentingnya posyandu juga terus dilakukan, sehingga pemantauan perkembangan gizi masyarakat bisa terjaga dengan baik. “Faktor yang menyebabkan Stunting umumnya disebabkan karena ekonomi keluarga, sanitasi lingkungan yang kurang terjaga sehingga rawan timbulnya penyakit menular, masih kurangnya ketersediaan air bersih, dan pola hidup yang tidak sehat. Maka untuk penanggulanganya juga harus dilakukan lintas sektoral,” kata dia.(edi/lus/mlo)



Pos terkait