Hiu Paus Mati Terdampar di Pantai Pedada

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Seekor Hiu Paus (Rhincodon typus) ditemukan mati terdampar di perairan pantai Pedada, Pekon Penggawalima Ilir, Kecamatan Way Krui, Kabupaten Pesisir Barat, sejak Rabu (17/11).

Amrin (43) salah seorang nelayan mengatakan hiu paus itu terdampar di perairan setempat Rabu (17/11) petang sekitar pukul 15.00 WIB, awalnya hiu paus itu ditemukan masih dalam keadaan hidup terjebak di salah satu alat tangkap ikan tradisional berupa jaring milik nelayan.

Bacaan Lainnya

“Ada nelayan hendak memeriksa jaring miliknya, tapi saat di tarik dia melihat ada ikan berukuran besar terjebak, lalu nelayan disini beramai-ramai membantu membebaskan hiu paus itu untuk di kembalikan ke laut tapi upaya itu tidak berhasil sehingga dibiarkan saja oleh nelayan,” kata dia

Dijelaskannya, setelah hiu paus itu dinyatakan mati pada Rabu (17/11) petang banyak warga yang datang untuk mengambil dagingnya untuk dikonsumsi sendiri bukan untuk diperjualbelikan

“Kami dan warga lainnya tidak mengetahui jika ikan hiu paus yang terdampar itu merupakan salah satu hewan yang dilindungi, bahkan sebelumnya nelayan sudah berusaha mendorong lagi ke laut tapi tidak berhasil sehingga hewan ini mati disini,” jelasnya

Di tempat terpisah Kadis Perikanan Pesbar, Armen Qodar, S.P, M.M., mengaku pihaknya belum mengetahui ada hiu paus yang mati terdampar itu, sehingga belum ada langkah yang dilakukan.

“Kita belum menerima laporan terkait kejadian itu, nanti akan langsung kami lanjutkan ke bidang untuk langsung datang ke lokasi melihat kondisi disana seperti apa, karena hiu paus itu salah satu hewan yang dilindungi berdasarkan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan RI No.182013,” ungkapnya.

Armen menduga penyebab hiu paus itu hingga sampai ke tepi pantai dan terjebak di pukek nelayan akibat cuaca buruk saat ini, Sehingga terbawa ombak dan menggiring hiu paus itu menuju tepi pantai hingga menyebabkan hewan itu terjebak di jaring nelayan dan terdampar, 

“Untuk hewan yang dilindungi itu apabila ditemukan dalam keadaan mati seharusnya melapor untuk dievakuasi dan kemudian kita kubur, bukan justru dimanfaatkan untuk dikonsumsi, karena kita juga tidak tahu daging dari hiu paus itu aman atau tidak untuk dikonsumsi oleh manusia,” ujarnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat jika melihat atau menemukan hewan apapun yang dilindungi terdampar atau terjebak segera menginformasikan ke dinas Perikanan  setempat agar dapat ditangani segera.

“Harus ada kerjasama lintas sektor untuk mengantisipasi hal-hal seperti itu agar tidak terjadi lagi, kalau masyarakat menemukan ada hewan yang terdampar langsung informasikan ke kami, nanti kami tindak lanjuti kepada pihak terkait untuk membantu mengevakuasi,” terangnya

Menurutnya, Hiu Paus memiliki karakteristik biologi yaitu pertumbuhan dan proses kematangan kelamin seksual yang lambat, jumlah anakan yang dihasilkan relatif sedikit dan berumur panjang.

“Karakteristik itu yang menjadikan hiu paus rentan mengalami kelangkaan bahkan kepunahan apabila eksploitasi tanpa terkendali, Sehingga tugas kita melindungi hewan itu agar tidak mengalami kepunahan,” tandasnya. (ygi/d1n/mlo)

Pos terkait