Hj. Nessy Kalviya Mustafa, S.T, M.M.

Nessy Mustafa : RA Kartini Wanita Kuat yang Berdedikasi Mandiri

 

Medialampung.co.id – Sosok Hj. Nessy Kalviya Mustafa, S.T, M.M., sudah cukup familiar di Lampung, khususnya di Kabupaten Lampung Tengah. Istri mantan Bupati Lamteng Mustafa ini mulai berkiprah dengan padatnya agenda pada masa kepemimpinan suaminya. Nessy juga seorang ibu yang selalu lekat dengan tugasnya mendidik kedua putranya, M. Sulthan Jasir dan M. Sulthan Arkan.

Salah satu Srikandi Lamteng ini melihat nilai luhur dari seorang pejuang perempuan yang terlahir di Jepara dari bumi Ibu Pertiwi, yakni RA Kartini. 

Menurut Nessy—sapaan akrab Hj. Nessy Kalviya, RA Kartini adalah teladan seorang wanita kuat yang berdedikasi mandiri. Mampu mengubah taraf kesetaraan derajat hidup lebih baik kaum wanita tanpa pernah putus asa, mampu melewati setiap perjalanan dan perjuangan hidup dengan jiwa besar serta berkontribusi bagi setiap orang dan bangsa.

Semangat juang RA Kartini untuk memberikan cahaya terang dari gelapnya keterpurukan dan penindasan hak martabat kaum wanita zaman itu. RA Kartini mampu menjadikan kaum wanita cerdas, berintegritas, berani, dan optimistis. 

Semua wanita Indonesia bisa berpartisipasi dalam segala hal positif, baik di lingkup keluarga, lingkungan, ataupun turut berperan dalam pembangunan untuk masyarakat luas. Wanita bisa melakukan tanggung jawab hal yang sama seperti dilakukan oleh laki-laki tanpa meninggalkan tanggung jawab dan kodrat sebagai seorang ibu dan istri.

Demikian halnya Nessy, dengan rasa tanggung jawab sebagai seorang ibu dari dua anak yang sudah memasuki masa remaja. Nessy harus bisa terus mendampingi kedua anaknya sesuai perkembangan zaman dan teknologi sekarang ini. Nessy juga berupaya mampu bisa sebagai guru, sahabat, teman curhat, bahkan sebagai seorang ayah bagi dua buah hatinya. 

Di sela kegiatan solidaritas mencegah pandemi Covid-19, Nessy menegaskan wanita itu harus bisa mandiri dan bisa membawa diri. 

“Wanita juga harus tahu kewajiban sebagai seorang istri dan wanita juga tetap harus mengetahui kewajiban sebagai ibu dari anak-anaknya yang merupakan generasi bangsa. Tidak kalah penting, seorang wanita tidak boleh meninggalkan kewajiban sebagai seorang muslimah, hamba Allah SWT,” katanya.

Waktu berputar yang menghantarkan Nessy sampai pada ujian terberat ketika sang suami harus tertimpa masalah hukum dengan lembaga anti rasuah KPK saat memegang tampuk pimpinan sebagai bupati Lamteng. 

Cobaan ini sempat menjadikan hatinya perih dan merasa bahwa politik itu kejam serta tidak mengenal lagi siapa kawan atau siapa lawan untuk saling menggulingkan hingga jatuh. Namun, musibah ini juga yang kemudian menjadikan ketua Dewan Pakar Muslimat NU Lamteng ini mengambil hikmah untuk belajar menjadi insan yang ikhlas dan sabar.

“Ujian hidup yang menimpa saya dan suami justru memberikan hikmah luar biasa. Dalam kondisi apa pun, kita tetap harus bisa bersyukur dan bisa bermanfaat untuk orang lain. Meski sekecil apapun manfaat yang bisa diberikan. Saya nawaitukan dengan sepenuh hati untuk bisa bersama rakyat di Lamteng mengubah hidup menjadi lebih baik di hari esok,” ujarnya.

Nessy bersyukur atas ujian atau musibah yang ditakdirkan Allah akan menjadikan kita merasakan hikmah paling indah. 

“Hikmah paling indah dari musibah, salah satunya menjadi insan baik dalam melatih kesabaran dan melahirkan kekuatan lain dalam diri. Dimana, kita tidak pernah rasakan sebelumnya,” ungkapnya.

Nessy mengatakan, pandemi Covid-19 yang menyelimuti bumi pertiwi merupakan ujian Allah SWT yang harus dihadapi bersama. 

“Adanya pandemi Covid-19 membuat hati saya sangat sedih dan prihatin. Kita harus bergerak dan berbuat untuk berbagi. Juga berpartisipasi dalam pencegahan Covid-19 sesuai dengan kemampuan dimiliki,” katanya.

Nessy merasa prihatin dengan kondisi masyarakat yang kurang memahami arti pentingnya physical distancing dan social distancing (jaga jarak) demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. 

“Saya melihat langsung masih banyak sekali orang yang bepergian ke pasar sampai ke sawah dengan tidak menggunakan masker dan berkerumun. Hal ini yang membuat hati saya terpanggil kuat langsung turun ke pasar dan sawah hingga warga di kampung-kampung membagikan masker serta memberikan hand sanitizer. Juga melakukan penyemprotan disinfektan guna menjaga kebersihan dan mencegah penularan Covid-19. (adv/sya/mlo)