Winarti

Hj. Winarti

Bupati Tulang Bawang

Hj. Winarti : Ibuku Adalah Guru Terbaik

Medialampung.co.id – Presiden Soekarno mengeluarkan Keputusan Presiden (Kepres) RI No.108 tahun 1964 menetapkan Raden Adjeng Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus peringatan hari lahir Kartini tanggal 21 April.

Mulai saat itu, seluruh masyarakat Indonesia merayakan Hari Kartini ditanggal yang sama setiap tahunnya. Tak terkecuali Bupati Tulangbawang Hj. Winarti, S.E, M.H.

Bagi Winarti, peringatan Hari Kartini adalah untuk mengenang semangat dan perjuangan perempuan dalam upaya perbaikan kualitas bangsa ini. Misi itulah yang tercermin menjadi semangat kaum perempuan dari berbagai latar belakang untuk bersatu dan bekerja bersama.

RA Kartini adalah sosok yang betul-betul mengesankan, karena ia mampu menuliskan pemikiran dan perjuangannya dalam surat yang indah. Itu menggambarkan bahwa sejak masa penjajahan, Indonesia sudah mampu melahirkan perempuan dengan kepedulian luar biasa, peka terhadap keadilan, dan memiliki persepsi mengenai hidup perempuan yang sebenarnya banyak potensi namun dihalangi faktor kultural.

RA Kartini contoh sosok yang mengagumkan. Buat orang Indonesia, RA Kartini adalah simbol persamaan hak perempuan, bahkan dirayakan dengan seremonial parade baju tradisional. Indonesia memberi kesempatan luar biasa bagi perempuan untuk maju. Namun, bukan berarti kesetaraan gender itu selesai, masih banyak pekerjaan rumah yang lain.

Menurut Winarti, RA Kartini adalah perempuan nasional yang meninggalkan jasa besar untuk negeri ini. RA Kartini juga merupakan sosok wanita hebat dan penuh karya. Kasih sayangnya tak terhingga, bahkan sanggup mengorbankan jiwa dan raganya termasuk untuk anaknya.

”Demikian halnya dengan ibu kita, mereka rela mengorbankan segalanya untuk anak-anaknya. Saya sendiri merasa sangat beruntung mendapatkan kasih sayang dan do’a ibu, sampai tentang karir pun ibuku adalah guru terbaik,” ceritanya.

Menurut Winarti, pengorbanan terbesar sang ibu dalam melahirkan anaknya ke dunia membuat sosok perempuan hebat tersebut mempertaruhkan seluruh nyawanya.

 

”Bahkan setelah diriku lahir ke dunia, ibu dengan penuh kesabaran selalu setia merawatku sampai besar, dengan cinta dan kasih sayangnya, mengayomi, melindungi, mendidik, mendukung hingga menyemangatiku,” ungkapnya.

 

Tanggal 21 April merupakan hari yang tak terlupakan dan patut dikenang bagi perempuan kelahiran Seputih Mataram, April 1975 yang merupakan perempuan pertama menjadi Bupati di Kabupaten Tulangbawang ini.

Sebagai seorang perempuan dan juga kepala daerah, tentu Winarti saat ini menjadi sosok ibu bagi seluruh anak di Kabupaten Tulangbawang. Sejumlah program yang bersentuhan langsung kepada ibu dan anak telah dijalankan selama ini.

Dalam beberapa tahun terakhir, Winarti juga menggulirkan banyak program yang pro kepada kebutuhan ibu dan anak di Tulangbawang, tentunya disamping program unggulan yang tertuang dalam 25 program BMW (Bergerak Melayani Warga). (adv/nal/mlo)