Horee!! PTM di Lampura Dimulai Besok 

  • Whatsapp
Ilustrasi KBM Tatap muka

Medialampung.co.id – Siswa-siswi yang ada di Kabupaten Lampung Utara (Lampura), nampaknya mendapatkan kabar gembira.

Pasalnya, Pemerintah Kabupaten Lampura, melalui dinas Pendidikan dan kebudayaan (Disdikbud) besok, Senin (30/8) memulai pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sekolah. 

Bacaan Lainnya

Sesuai surat edaran (SE) Bupati Lampura Nomor: 480/482/14-LU/2021 tentang penyelenggaraan pembelajaran di masa pandemi Covid-19 pada satuan pendidikan di Kabupaten Lampura tahun ajaran 2021/2022.

Hal tersebut, dikarenakan Kabupaten Lampura, saat ini menurun menjadi zona orange atau status PPKM level 3, yang sebelumnya berada di zona merah.

“Itu sesuai hasil rakor dengan para kadis pendidikan dan kebudayaan se-Provinsi Lampung, yang dihimbau agar tetap melaksanakan PTM dengan protokol kesehatan ketat,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Lampura, Mat Soleh, melalui sambungan telepon selulernya, Minggu malam (29/8).

Selain itu, menurut Mat Soleh, sekolah-sekolah yang diperbolehkan menggelar PTM harus memperhatikan SKB empat menteri tentang SOP pembelajaran tatap muka selama pandemi Covid-19. Yang bersifat terbatas, dengan tetap mempertimbangkan kesehatan dan keselamatan peserta didik, pendidik dan tenaga kependidikan, keluarga dan masyarakat sebagai prioritas utama.

“Meski realisasi vaksinasi untuk anak 12-17 tahun masih di kisaran 0,02%, tetap dapat menggelar. Sesuai SKB empat menteri, dan anjuran menteri sambil berproses,” terangnya.

Mat Soleh menjelaskan, pembelajaran terbatas yang dimaksud harus memperhatikan kondisi di sekolah, seperti maksimal diikuti oleh 50% jumlah peserta didik terkecuali PAUD. Hanya 33%, dengan menjaga jarak aman 1,5 m-5 m dari satu siswa ke lainnya, serta dapat memberhentikan sementara bila terjadi kasus penularan baru disekolah tersebut.

“Serta lainnya yang harus diikuti dan dipatuhi oleh peserta didik serta dukungan orang tua wali. Bila tidak, akan dilakukan evaluasi sampai kepada pencabutan,” jelasnya.

Sementara pencapaian vaksinasi anak-anak rentang umur 12-17 tahun berada paling bawah di antara sasaran lainnya, yakni hanya sebesar 0,02% (14) mengikuti anjuran pemerintah bagi menangkalnya berkembang kasus baru disana.

“Itu untuk dosis pertama, kalau yang kedua belum ada (0). Diantara 3 sasaran lain yang sedang kita lakukan saat ini, pelayan publik yang tercatat memiliki capaian tertinggi. Yakni sebanyak 14.742 (50,14 %) dari target 67.360 dosis pertama, dan 3,08% (10.255) pada dosis kedua ini,” ujar Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2) Dinkes Lampura, Dian Mauli.

Baru, lanjut Mauli, menyusul pada sasaran mereka yang rentan dan masyarakat umum sebesar 5,24% (16.466) dosis pertama serta 9.670 orang (3,08%) dosis kedua. Disusul lansia 2.920 (4,33%) dosis I dan 1.703 (2,52%) dosis kedua dari target 67.360 orang.

“Kami berharap ini dapat dukungan masyarakat, khususnya sasaran masih rendah saat ini. Seperti lansia, rentan dan masyarakat umum dan anak-anak usia ditentukan. Sehingga dapat menciptakan kekebalan kepada masyarakat pada penyakit yang sedang berkembang saat ini,” ujarnya. (adk/ozy/mlo)


Pos terkait