Idap Epilepsi, Seorang Wanita Tewas Tenggelam di Sungai

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Seorang wanita paruh baya ditemukan warga tewas mengapung di pinggir sungai Arum, Desa Sribandung, Kecamatan Abung Tengah, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), Jumat (24/7).

Menurut informasi yang dihimpun, korban murni tewas karena tenggelam di aliran sungai setempat. Sementara, korban sebelumnya dinyatakan mengidap penyakit Epilepsi (Ayan) yang telah lama dideritanya.

Bacaan Lainnya



Untuk sementara, peristiwa penemuan mayat mengapung di aliran sungai tersebut, masih ditangani aparat Polsek Abung Tengah setempat.

Korban adalah Satiawati (47), warga Desa Kedaton, Kecamatan Abung Tengah, Lampura, sebelumnya ditemukan dalam posisi telungkup dan kondisi telah membujur kaku di aliran sungai tersebut.

Korban juga mengenakan baju kaos warna merah dan memakai celana Jeans warna abu-abu. Selain itu, korban juga nampak memegang sandal yang ia kenakan pada saat keluar rumah. 

Kapolsek Abung Tengah, Kabupaten Lampura, Iptu Edy Juarsyah kepada  wartawan membenarkan adanya penemuan mayat seorang wanita yang mengapung di pinggir sungai Arum Desa Sribadung.

“Jasad korban telah dievakuasi dan diserahkan kepada pihak keluarga korban untuk dikebumikan,” ujarnya.

Kapolsek juga menjelaskan, dari keterangan sejumlah saksi-saksi baik keluarga korban dan warga, diketahui sebelum ditemukan, korban yang diketahui belum berkeluarga itu, sehari sebelumnya pergi dari rumah dan berpamitan untuk bermain. 

Namun hingga malam hari hari, korban pun tak kunjung pulang dan pihak keluarganya sempat melakukan pencarian, namun sayangnya korban tidak berhasil ditemukan. 

“Keesokan harinya korban ditemukan tewas mengapung oleh warga yang hendak mandi di sungai tersebut,” terangnya. 

Atas kejadian itu, pihak tim medis telah melakukan visum dan hasilnya tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, menurut keterangan pihak keluarga, diketahui korban memang benar telah lama menderita penyakit epilepsi.

“Setelah melakukan penyelidikan dan minta keterangan saksi-saksi, untuk sementara korban tewas tenggelam dikarenakan memiliki penyakit yang ia derita tersebut,” terang Kapolsek.

Hanya saja, usai menjalani visum ditemukan adanya luka memar dibagian kedua lutut kaki korban. Hal itu dikarenakan adanya kemungkinan korban terpeleset membentur batu di sungai dan akhirnya tewas tenggelam.

“Korban juga diketahui tidak bisa berenang,” tegasnya.

Sementara itu, pihak korban sendiri telah meminta pihak kepolisian agar jenazah tidak di Otopsi.

“Pihak keluarga memberikan pernyataan dan ingin mengambil jenazah agar cepat dikebumikan,” kata dia lagi.(ozy/mlo)



Pos terkait