IKD di Pesbar Masih Mengacu Data Lama

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Indeks Kemajuan Desa (IKD) di Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) hingga tahun 2021, masih mengacu berdasarkan data IKD tahun 2017 lalu. Hal itu karena hingga kini Badan Pusat Statistik (BPS) belum mengeluarkan data terbaru mengenai IKD tersebut.

Kabid Pemerintahan dan Sosial Budaya, Brian Virzada, S.H., mendampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Pesbar, Drs. Zukri Amin, M.P., mengatakan hingga kini Pemkab Pesbar masih menunggu data terbaru dari BPS mengenai IKD tersebut. Karena, dalam kurun waktu sejak 2017 sampai awal 2021 sudah banyak Pekon yang telah mengalami perubahan, dalam hal ini kemajuan pekon.

“Tapi, jika mengacu data terakhir dari BPS yakni IKD tahun 2017 lalu di Kabupaten Pesbar ini tercatat dari 116 Pekon masih ada 23 Pekon tertinggal,” katanya, Jumat (8/1).

Ditambahkannya, besar kemungkinan hingga kini untuk jumlah Pekon tertinggal di Kabupaten Pesbar sudah berkurang, artinya tidak mencapai 23 Pekon lagi, hal itu bisa dilihat dari peningkatan pembangunan yang ada di Pekon baik pembangunan infrastruktur maupun lainnya. Meski begitu Pemkab Pesbar tetap menunggu adanya data IKD terbaru dari BPS. Mengingat, IKD tersebut menjadi acuan Pemkab setempat seperti dalam pembangunan daerah.

“Ada beberapa faktor dalam IKD tersebut seperti kemajuan dibidang pembangunan infrastruktur di Pekon maupun Kelurahan, kemajuan bidang kesehatan, pendidikan, peningkatan ekonomi masyarakat dan sebagainya,” jelasnya.

Ditambahkannya, jika semua sektor yang berkaitan dengan IKD itu terpenuhi di Pekon, maka Pekon tersebut tidak lagi masuk dalam kategori sebagai Pekon tertinggal. Untuk itu, kondisi Pekon yang ada saat ini terutama 23 Pekon yang masuk kategori tertinggal berdasarkan IKD tahun 2017 lalu, jelas sudah mengalami banyak perubahan.

“Pemkab Pesbar masih menunggu data terbaru dari BPS, meski begitu sampai saat ini Pemkab juga masih terus berupaya agar seluruh Pekon di Pesbar ini benar-benar berkembang dan lebih maju di semua sektor yang ada,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait