Ike Edwin Yakin Bisa Lolos Tahapan Pilwakot Bandarlampung

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Balon walikota dan wakil walikota bandar Lampung dari jalur perseorangan/ independen Irjen Pol. (Purn.) DR. H. Ike Edwin, SH., MH., MM., dan dr. Zam Zanariah., Sp.S., M.Kes., meyakini bahwa pasangan IKE-ZAM bisa lolos dan bisa mendaftar sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Bandar Lampung pada pilwakot 9 Desember 2020 mendatang.

Hal tersebut disampaikan oleh pria yang akrab disapa Dang Ike tersebut saat menghadiri sidang gugatan Pilkada di ruang sidang Bawaslu Kota Bandarlampung hari ini.

Bacaan Lainnya



Keyakinan Dang Ike didasari oleh bukti-bukti adanya perubahan data perolehan dukungan di tingkat PPS yang disampaikan kepada Hakim persidangan yakni komisioner Bawaslu kota Bandarlampung.

Dimana perolehan suara dukungan yang awalnya telah mencapai 26.077 di tingkat PPS dari 126 kelurahan yang ada di kota Bandarlampung, namun saat pleno di tingkat kecamatan (PPK) data dukungan hasil verifikasi faktual tahap kedua tersebut hilang sekitar 15 ribu lebih. Dan perubahan tersebut terindikasi dilakukan oleh PPS sebelum dilakukan Pleno di tingkat kecamatan.

Oleh sebab itu, menurut Dang Ike, tidak ada alasan bagi Bawaslu Kota Bandarlampung selaku Hakim dalam persidangan gugatan sengketa Pilkada ini untuk tidak meloloskan dirinya dan dr. Zam untuk dapat ikut dalam kontestasi pilwakot Bandar Lampung tahun ini. Mengingat banyak nya bukti-bukti dan keterangan saksi yang menguatkan untuk meloloskan pasangan IKE-ZAM.

Disamping itu banyaknya pelanggaran dan kejanggalan yang dilakukan oleh oknum aparat pemerintah setempat baik dari tingkat kecamatan, kelurahan hingga ke level yang di bawah yakni kepala lingkungan (Kaling) dan ketua RT di berbagai kelurahan yang ada di kota Bandarlampung.

“Semua itu terindikasi dilakukan dengan sangat terstruktur, sistematis dan masif (TSM). Dan ini harus kita tuntaskan karena kita ingin Demokrasi itu untuk semua rakyat bukan untuk segelintir orang atau kelompok yang selama ini telah mendarah daging di kota Bandarlampung ini khususnya,” ucap Dang Ike.

Lebih lanjut Dang Ike mengatakan, pemilihan pemimpin seharusnya menggunakan mata hati, bukan menggunakan mata uang dengan money politik.

“Semua itu sangat mencederai rasa keadilan dan kejujuran bagi masyarakat dan merusak tatanan demokrasi yang ada di Kota Bandarlampung ini,” pungkasnya.(*/mlo)



Pos terkait