Ikuti Program GSMS, SMPN 1 Sekincau Tampilkan Tari Bertamat

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – SMPN 1 Sekincau sebagai salah satu sekolah yang mendapatkan kebanggaan untuk menjadi peserta program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) Tahun 2021 di GOR Aji Saka, Kawasan Sekuting Terpadu pada Sabtu (9/10).

Dalam kegiatan tersebut SMPN 1 Sekincau menampilkan kesenian tari dengan tema “Betamat” yang berlangsung sukses dan meriah.

Bacaan Lainnya

Program ini bertujuan untuk menumbuhkan minat bakat peserta didik di bidang seni budaya. Selain itu juga untuk menjalin kerjasama yang bersinergi antara sekolah dengan para seniman, kemudian untuk menumbuhkan budaya sekolah yang sehat, menyenangkan, mengasyikkan, mencerdaskan dan menguatkan karakter, yang pada gilirannya akan membentuk dan membangun sikap kreatif, apresiatif dan inovatif bagi anak didik. 

Bambang Irawan S.Pd,M.M Kepala SMPN 1 Sekincau berharap program program seperti ini bisa bergulir terus hingga tahun tahun depan, Karena dengan adanya program GSMS ini dengan harapan bisa memotivasi anak anak didik lain agar semakin mengenal dan mencintai budaya yang ada di Lampung Barat khususnya.

Kegiatan Tari yang bertema Betamat ini diikuti oleh 21 siswa, diantaranya Alliya Oktavia Putri, Amanina Azizah, Ardhita Ocaviani, Desta Silvia Putri, Devi Nirmasari, Dwi Otavia Ramadhani, Echa Wulandari, Edgy Luna Silalahi, Hikmatul, Keysa Aulia Zahra, Lisa Oktavia, Meri Flora Nadia, Mutiya Parmana Wati, Nadila Widyantika, Nastika Diah Ayu Savira, Nawang Naena Maya, Nia Maharani, Putri Apriliana Ngazizah, Silvana Rahma Aripin, Sofie Alien Alindia dan Tias Nurul Almara

“Seniman Tari SMPN 1 Sekincau Donara Utari,S.Pd GSMS merupakan salah satu program yang memberikan peluang dan kesempatan kepada seniman dan sekolah bersinergi untuk melatih seni budaya di sekolah.

“Karya tari ini terinspirasi dari tradisi masyarakat setempat Betamat. Tradisi betamat biasanya dilakukan dalam prosesi Temekhanjak atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa. Dalam prosesi temekhanjak, muli muli atau anak gadis dengan membawa Hikhal atau tempat menaruh Al-Quran yang terbuat dari bilah kayu. Muli muli temekhanjak ini diharuskankan untuk menamatkan bacaan Al-Quran-nya. Diawali dari pembacaan ayat suci Al-Quran hingga menamatkan nya dan dilanjutkan pembacaan kitab barzanji. Sebagai tanda bahwa mereka telah melewati masa kanak-kanak.Nampak canda tawa kegembiraan anak anak yang telah beranjak dewasa telah menamatkan bacaan Al-Quran-nya,” jelasnya.(ant/mlo)


Pos terkait