Imbau Pekon Segera Selesaikan SK Pokja Relawan Pendataan SDGs

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Tenaga Pendamping Profesional Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (TPP-P3MD) Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar), mengimbau bagi Pekon yang belum menyelesaikan pembuatan Surat Keputusan (SK) Kelompok Kerja (Pokja) Relawan Pendataan Sustainable Development Goals (SDGs) Desa tahun 2021 agar segera diselesaikan.

Koordinator TPP P3MD Kabupaten Pesbar, M.Rido Dinata, S.Pd., mengatakan hingga kini masih ada beberapa Pekon di Pesbar belum selesai membuat SK Pokja relawan pendataan SDGs Desa tahun 2021. Berdasarkan data terakhir, dari 116 Pekon baru sekitar 70 Pekon yang sudah selesai membuat SK Pokja relawan itu.

Bacaan Lainnya

“Dari 11 Kecamatan itu baru ada tiga Kecamatan yang secara keseluruhan Pekon-nya telah selesai membuat SK relawan yakni Kecamatan Pesisir Utara, Krui Selatan, dan Kecamatan Ngambur,” katanya, Kamis (8/4).

Untuk itu, kata dia, bagi Pekon yang belum menyelesaikan proses pembuatan SK relawan itu agar segera diselesaikan, karena ditargetkan pada minggu ke-II di bulan April 2021 seluruhnya sudah selesai. Sehingga, TPP-P3MD Pesbar juga secepatnya dapat mengadakan pelatihan terhadap Pokja relawan itu yang direncanakan akan dilaksanakan di setiap Kecamatan.

“Dengan begitu mudah-mudahan untuk pemutakhiran data Indeks Desa Membangun (IDM) dan SDGs Desa tahun 2021 di Kabupaten Pesbar ini bisa selesai tepat waktu,” jelasnya.

Karena, kata Rido, untuk pemutakhiran tersebut dilaksanakan mulai 1 Maret 2021 lalu sampai dengan 31 Mei 2021 mendatang. Untuk itu, diharapkan dalam pembuatan SK relawan oleh masing-masing Pekon agar menjadi perhatian, karena dari SK itu baru bisa mendapatkan username dari Kementerian Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT).

“Kita berharap dalam pemutakhiran itu nanti tidak ada kendala, sehingga ini harus menjadi perhatian bersama terutama semua pihak-pihak terkait,” ujarnya.

Menurut dia, pemutakhiran data berbasis SDGs Desa merupakan pemutakhiran data IDM yang lebih detail dan lebih mikro. Sehingga bisa memberikan informasi lebih banyak. Sebagai proses perbaikan, ada pendalaman data-data pada level RT/Pemangku, keluarga, dan warga. Karena itu, dalam pemutakhiran tersebut melibatkan beberapa pihak yakni Pokja Relawan Pendataan Desa, Pemerintah Daerah Kabupaten, Pemerintah Daerah Provinsi, dan Kemendes PDTT.

Masih kata dia, dengan merujuk pada Permendes PDTT No.21/2020 tentang Pedoman Umum Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Masyarakat Desa, Pokja Relawan Pendataan Desa itu mencakup Pembina (Peratin), Ketua (Juru Tulis/Sekdes), Sekretaris (Kasi Pemerintahan). Sedangkan, untuk anggotanya meliputi unsur Perangkat Pekon, Pemangku, unsur Karang Taruna, unsur PKK, unsur masyarakat yang bersedia menjadi relawan pendata dan mahasiswa yang berada di Pekon.

“Sementara untuk mitra Pokja relawan itu meliputi Pendamping Desa, Babinsa dan Babinkamtibmas. Dalam pemutakhiran itu juga akan menjadi salah satu dasar pengalokasian dana desa tahun anggaran 2022 oleh Pemerintah Pusat,” pungkasnya.(yan/d1n/mlo)




Pos terkait