Independen dan Suara Rakyat

  • Whatsapp
Oleh : Nadir Nay, (Ketua KNPI Kota Metro periode 2007-2010)

Medialampung.co.id – Publik saat ini masih bertanya-tanya siapa sosok yang tepat memimpin Kota Metro lima tahun ke depan. Jika pun salah memilih pemimpin: ada yang beranggapan bahwa itu hanya persoalan pergantian pemimpin, namun ada yang hendak bilang kota ini butuh leader yang mampu hidup bersama warga. Artinya ada yang lebih penting daripada uang 300 ribu, yang terkadang dibagi-bagikan untuk satu suara.

Satu suara berarti satu masalah. Maksudnya mereka yang memilih mempunyai harapan ke depan terhadap pemimpinnya. Misalnya, mereka yang tergabung dalam barisan Pairin-Djohan yang berjumlah 33499 suara (39, 47%) pada pemilu 5 tahun lalu mempunyai harapan yang luas tentang Kota Metro. Bukan sekedar semboyan kota pendidikan dan pariwisata berbasis keluarga, Metro seharusnya mampu melangkah lebih cepat dari daerah lainnya di Lampung. 

Bacaan Lainnya



Victor Cousin, seorang filosof dari Universitas Sorbonne Perancis pernah mengatakan bahwa “Men are governed only by serving them. The rules is without exception”. Ini artinya masyarakat perlu dipimpin dengan cara melayaninya, bukan dengan kekuasaannya seorang pemimpin hanya mengedipkan mata untuk membuat sebuah kebijakan. 

Jalur independen merupakan pilihan yang sulit untuk diambil disamping tawaran-tawaran partai politik yang dalam sejarah sulit dikalahkan. Wahdi-Qomaru adalah bagian dari penentang sejarah itu, setelah dr. Hasto di Kulon Progo. Ini membutuhkan ikhtiar yang kuat untuk menentukan pilihan jadi pasangan independen. 

Sosok karismatik dan rupawan, Wahdi Siradjuddin, berkeyakinan bahwa jalur independen adalah jalur yang suci untuk lebih mengerti nilai-nilai perjuangan dokter-dokter masa perjuangan. Siapa yang menyangka beliau dapat mengumpulkan syarat-syarat yang ditetapkan oleh KPU Kota Metro, yakni dukungan 10 persen dari DPT dan tersebar di tiga kecamatan dengan waktu yang lebih sempit. 

Keseriusan calon independen ini untuk mendengar dan bekerja sudah melampaui ekspektasi publik. Mungkin orang yang tengah tertidur atau yang menyengaja untuk menutup mata yang tidak mengenalnya. Sebagai seorang dokter, ia telah banyak berkecimpung dalam dunia medis dan pelayanan kepada masyarakat. 

Ia mempunyai modal yang cukup untuk lebih bermanfaat lagi terhadap kehidupan masyarakat. Itu karena, “True leadership must be for the benefit of the followers, not to enrich the leader (John C. Maxwell). Nilai-nilai kebermanfaatan adalah visi dalam sebuah kepemimpinan. Dan, hal tersebut dapat terwujud dengan pelayanan dan kolaborasi bukan justru melangkah untuk kepentingan sepihak. 

Saat ini bukan hanya pembangunan fisik yang diperlukan, namun juga human development (Theodore W. Schultz). Maka, investasi terhadap pembangunan sumber daya manusia perlu ditingkatkan. Dan, Setelah sekian lama berjibaku dengan permasalahan masyarakat dan pertumbuhan anak dan dengan 12.767 dukungan masyarakat, dr. Wahdi, Sp. OG tentunya mempunyai dasar yang cukup untuk menciptakan kota yang lebih kreatif dan sehat. 

Kota ini butuh pemimpin yang berangkat dari suara masyarakat yang mampu mendengar semua keluh dan kesah masyarakat. Suara-suara suci tersebut adalah kekuatan-kekuatan yang dapat dioptimalkan untuk membangun kota ini. Berangkat dari aspirasi masyarakat tentu ini akan menjadi gerakan yang dapat merubah sejarah. Itu karena modal manusia akan lebih bisa berdampak dalam pembangunan kota ini. (*/mlo)



Pos terkait