Indra : Itu Bentuk Dukungan Visi Kabupaten Tanggap Bencana

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Statsiun Geofsika Kotabumi, Kabupaten Lampung Utara (Lampura) melakukan pemasangan sensor pendeteksi gempa di tiga tititk di Kabupaten Lampung Barat, yakni Kecamatan Kebuntebu, Bandarnegeri Suoh (BNS) dan Lumbokseminung. Ketiga alat deteksi dalam ruangan (indoor) tersebut masing-masing dipasangkan di kantor kecamatan.

Petugas BMKG Stasiun Geofisika Kotabumi, Ari Santoso mengatakan, jenis alat yang dipasang itu merupakan Sensor Sistem Peringatan Dini Gempa Bumi atau Earthquake Early Warning System (EEWS) yang dipasangkan di seluruh wilayah Provinsi Lampung sebanyak 26 titik, termasuk tiga diantaranya di Lambar. Sementara pemasangan terbanyak yakni tujuh titik di sepanjang pantai Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar).

Bacaan Lainnya



“Kerja EEWS itu terkoneksi ke BMKG pusat di Jakarta, ketika ada gempa yang terdeteksi oleh sensor tersebut, secara cepat akan dikirm dari BMKG pusat ke wilayah yang terdeteksi baik itu ke BMKG atau kepada pemerintah terkait untuk disampaikan kepada masyarakat (publik) sebagai pemberitahuan yang bertujuan meminimalisir korban guna melakukan penyelamatan seandainya terjadi bencana, dan beberapa fungsi lainnya” ungkapnya.

Disebutkan, Lambar merupakan salah satu zona patahan lempeng bumi sehingga sangat beresiko terjadi gempa, karena itu melalui sensor tersebut diharapkan akan membantu masyarakat melakukan tindakan saat terjadi gempa. “Saat ini banyak muncul berita hoax terkait bencana alam, jadi jangam mudah percaya apalagi jika sumber informasinya tidak jelas, karena itu warga jangan mudah terpancing,” ajaknya.

Sementara Camat Indrayani, M.Pd., menyambut baik atas pemasangan alat deteksi tersebut. “Dengan adanya pemasangan sensor ini, tentunya menjadi salah satu bentuk dukungan dari BMKG, terhadap program Bupati Hi. Parosil Mabsus dan Wakil Bupati Hi. Mad Hasnurin tentang Kabupaten Tanggap Bencana,” katanya

Bahkan Indrayani tak sungkan-sungkan menyebutkan dalam masalah tanggap bencana tersebut, salah satu visi misi Kecamatan Kebuntebu, Sepuluh pekon tersebar di kecamatan itu memerogramkan pengadaan alat penanggulangan bencana melalui pemanfatan Anggaran Dana Desa (ADD).

“Dalam mewujudkan status kabupaten tanggap bencana, selain adanya kesiapan Sumber Daya Manusia (SDM) juga perlu adanya dukungan peralatan dan itu terus dimiliki oleh Lambar,” tandasnya. (ius/hrs/mlo)



Pos terkait