Ini Alasan Bandara Radin Inten II Untuk Tetap Menjadi Bandara Internasional

  • Whatsapp
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo

Medialampung.co.id – Terkait dengan rencana program pemerintah untuk mengurangi jumlah Bandara Internasional di Indonesia dengan alasan banyak penumpang masuk ke Indonesia nilai masuk di Indonesia, Kedua banyak dinilai kurang efektif, kemudian perjalanan antar domestik menjadi berkurang karena banyaknya bandara-bandara internasional tersebut.

Dalam hal itu Presiden Republik Indonesia Ir. H Joko Widodo memerintahkan untuk melakukan kajian keseluruhan bandara tersebut termasuk Bandara Radin Inten II  Lampung.

Bacaan Lainnya



Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Lampung, Bambang Sumbogo.

“Ia memang benar hal tersebut tetapi kita sudah sampaikan bahwa lampung ini dalam proses menjadi bandara internasional melalui proses yang panjang,” katanya saat di wawancarai, Rabu (23/9).

Lanjutnya, Kami juga menyampaikan bahwa kita punya program embarkasi dan program umroh. Hanya nasib kita kemarin reguler nya belum jalan karena kendala Covid-19.

“Jika regulernya berjalan kemungkinan kita tidak akan kena peninjauan tersebut,” tambahnya.

Bambang juga menjelaskan hal tersebut sudah dikomunikasikan dengan Direktorat Jenderal terkait dengan potensi umroh Lampung 17.000 orang lebih untuk umroh

“Artinya untuk dibagi sembilan bulan paling tidak ada 2000 orang sebelum kondisi Covid-19,” paparnya.

Kemudian Lampung punya kuota haji sejumlah 7445 orang untuk menjadi embarkasi haji sendiri sudah mencukupi. Sementara syarat kloter itu  untuk embarkasi 14 kloter. 

“Atas dasar ini kita sudah sampaikan ke Pak Dirjen mohon jadi pertimbangan bahwa Lampung berharap untuk tetap jadi bandara internasional, karena sudah punya program,” lanjutnya.

Untuk umroh langsung dan haji langsung juga merupakan permintaaan umat yang bisa menekan biaya dan waktu perjalanan. 

“Secara de facto, penurunan bandara belum ada, kami masih masih berjuang  untuk tetap menjadi bandara internasional,” tutupnya (ded/mlo)



Pos terkait