Ini Cara Pekon Sumberalam Untuk Raih Status ODF

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Bukan Sumberalam, jika tidak ligat dalam memanfaatkan program sebagai upaya kemajuan pekon dan kesejahteraan warga. Hal tersebut menjadi salah satu ‘khas’ Pekon Sumberalam, Kecamatan Airhitam, Kabupaten Lampung Barat (Lambar) dalam meraih target terhadap program yang dilaksanakan. 

Seperti halnya dalam mewujudkan Pekon Sumberalam sebagai Pekon Open Defecation Free (ODF) atau Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBABS) 2021 ini. Pekon yang dikomandoi Peratin Husain tersebut saat ini mulai bergerak. 

Bacaan Lainnya



Diantaranya gerakan penataan (perbaikan) dan membangun jamban warga yang dianggap tidak layak alias tidak sehat, sebagai persiapan awal deklarasi ODF oleh tim kabupaten yang jadwalnya awal April nanti. 

Ditegaskan Husain, setelah melalui rapat bersama aparatur pemerintah dengan bidan desa, perawat desa, petugas kesehatan lingkungan (kesling), dan dari tingkat kecamatan, personil Ambulan Hebat serta petugas UPT puskesmas. 

“Untuk meraih target ODF tahun ini, Pemerintah Pekon Sumberalam mengawalinya dengan membentuk team kerja, untuk melihat, memeriksa semua jamban warga tentang kelayakannya,” tegas pihaknya.

Dalam tim kerja itu sendiri dibagi menjadi dua, pertama untuk pendataan layak atau tidak layak jamban warga  yang langsung dikomandoi oleh bidan pekon, perawat pekon dan dibantu oleh petugas kesling Puskesmas.

“Dalam hal ini bidan desa memberikan rekomendasi kepada pemerintah Pekon Sumberalam ada beberapa jamban warga yang ditemukan tidak layak dan tidak sehat untuk segera dibangun sebelum masa verifikasi 5 April nanti akan melaksanakan deklarasi ODF,” jelasnya. 

Lebih jauh disampaikannya, setelah mendapatkan rekomendasi jamban warga mana yang harus ditindaklanjuti segera,  maka pemerintah pekon bergerak, bekerja sama dengan warga pemilik jamban untuk perbaikan bahkan ada yg membangun jamban baru.

Disebutkan dalam mensukseskan ODF itu pemerintah pekon memberikan bantuan semen, besi, batu split, dan closet. 

“Kebersamaan menjadi kunci kami bisa menjalankan hajat pekon. Karena apa yg nggak cepat terwujud, dan terciptanya pekon sehat kalau pemangku dan dan aparat terjun langsung untuk warga. Dan melalui iuran, kita sumbang kepentingan untuk jamban warga yang tidak layak,” sebutnya. (r1n/mlo)




Pos terkait