Ini Hasil Rembuk Percepatan Penurunan Stunting yang Digelar Dinkes-Bappeda Pringsewu

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Rembuk aksi percepatan penurunan stunting yang digelar Dinas Kesehatan-Bappeda Pringsewu menghasilkan Delapan kesimpulan. 

Kepala dinas kesehatan Pringsewu dr. Ulinoha melalui Kabid kesmas Rahmadi mengatakan Delapan kesimpulan tersebut yakni mendeklarasikan komitmen pemerintah daerah dan menyepakati rencana kegiatan intervensi penurunan stunting terintegrasi.

Bacaan Lainnya


Kemudian melaksanakan kegiatan rembuk stunting di tingkat kelurahan/pekon, Menetapkan lokus intervensi penurunan stunting pada tahun 2021 berjumlah 21 Pekon/Kelurahan, Menetapkan lokus intervensi penurunan stunting pada tahun 2022 berjumlah 20 Pekon/Kelurahan, Mengalokasikan anggaran intervensi penurunan stunting dari APBN, APBD Provinsi, APBD Kabupaten, Dana Desa atau sumber lainnya, Berperan aktif dalam upaya intervensi penurunan stunting di Kabupaten Pringsewu dan Membentuk Satgas Stunting di Tingkat Kecamatan dan Pokja di kelurahan/pekon.

“Termasuk melaksanakan monitoring dan evaluasi intervensi,” jelasnya.

Prevalensi stunting di Kabupaten Pringsewu, ditambahkan Kabid Sosbud Christianto mewakili kepala Bapeda Akhmad Fadoli, M.Si., lebih rendah dibandingkan angka provinsi dan nasional yaitu Prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27,5% dan di Provinsi Lampung sebesar 24,8%, sedangkan berdasarkan hasil PSG Tahun 2017 Prevalensi stunting di Kabupaten Pringsewu juga mengalami peningkatan menjadi 25,8% sedangkan hasil Riskesdas tahun 2018 kembali mengalami penurunan 20,19 %. Berdasarkan data hasil entry E-PPGBM (aplikasi kemenkes) prevalensi stunting Tahun 2019 di Kabupaten Pringsewu yaitu 10,37 % dan di 2020 prevalensi stunting 8,38 % (2.414 balita stunting) 

Indikator dan target penurunan stunting telah dimasukkan sebagai sasaran pembangunan nasional dan tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 yaitu penurunan prevalensi Stunting (pendek) 14% dan penurunan prevalensi wasting (kurus) yaitu 7 % 

Untuk di ketahui rembuk yang di gelar offline maupun online pada (15/4) selain Bupati H  Sujadi, Wabup H. Fauzi serta forkopimda juga menghadirkan Kasubdit Kesehatan Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Arifin Efendi Hutagalung, SE, MM., Tenaga Ahli Kebijakan Publik Regional 2 Direktorat Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kemendagri Imam Al-Muttaqin, SH, Kabid Perencanaan Pemerintahan dan Pembangunan Manusia Bappeda Lampung Eka Yuslita Dewi, ST, MT, dan Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Lampung Oki Basuki.(sag/mlo)




Pos terkait