Ini Jadwal General Chek Up CJH Lambar di RSUDAU

  • Whatsapp
Ilustrasi

Medialampung.co.id – Dalam rangka memenuhi persyaratan istithaah, yakni kemampuan kesehatan fisik dan mental jamaah haji, Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Lampung Barat, bersama Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUDAU) akan melakukan general chek up dan bebas narkoba terhadap 602 orang  Calon Jemaah  Haji (CJH) asal kabupaten setempat yang akan diberangkatkan tahun ini.

Direktur RSUDAU dr. Widyatmoko Kurniawan, Sp.B., mengatakan, pelaksanaan general chek up dan bebas narkoba tersebut akan dilaksanakan selama 12 hari kedepan,  dimulai Selasa (18/2) hingga Rabu (4/3) mendatang.

Bacaan Lainnya



”Untuk pemeriksaan kesehatan para CJH tersebut kami telah menyiapkan tim khusus, yang akan bertugas melakukan pemeriksaan kesehatan para CJH pada  jadwal yang telah ditentukan,” ungkap Wawan—sapaan Widyatmoko Kurniawan.

Untuk jadwalnya, kata dia, yakni Selasa (18/2) untuk 50 CJH dan Rabu (19/2) untuk 48 CJH dari Kecamatan Balikbukit, Kamis (20/2) untuk Kecamatan Sumberjaya 26 CJH, dan Sukau 25 CJH, Jumat (21/2) Kecamatan Kebuntebu dengan jumlah 58 CJH, Senin (24/2) untuk Kecamatan gedungsurian 36 CJH, Suoh dan BNS 16 CJH.

Kemudian, Selasa (25/2)  Krecamatan Belalau 13 CJH, Batuketulis 25 CJH, Lumbokseminung 11 CJH, Rabu (26/2) Kecamatan Batubrak dengan jumlah 48 CJH, Kamis (27/2) Kecamatan Sekincau 41 CJH, dan Pagardewa 11 CJH, Jumat (28/2) dan Senin (2/3) Kecamatan Waytenong masing-masing 50 CJH, Selasa (3/2) masih untuk jadwal Kecamatan Waytenong dengan jumlah 33 CJH, sementara Rabu (4/3) Kecamatan Airhitam 61 CJH.

Sementara itu, Kasi Penyelenggara Haji dan Umroh Kailani mendampingi Kepala Kantor Kemenag Lambar Moh Suhanda mengatakan, sebelumnya pihaknya juga telah melaksanakan cek kebugaran tahap I  kepada seluruh CJH.

Dijelaskan, cek kebugaran tersebut dilakukan dalam rangka mewujudkan rombongan CJH Lambar yang sehat saat melaksanakan ibadahnya. Saat berhaji kondisi kekebalan tubuh yang memang harus diperhatikan karena disana ada tawaf, sa’i hingga melontar jumrah dan lainnya.

“Melalui cek kebugaran tersebut dapat dipetakan apa yang perlu diwaspadai kepada CJH yang memiliki resiko terkait kondisi kesehatannya. Cek kebugaran tersebut juga bentuk deteksi langsung kepada CJH, sehingga bisa langsung mendapatkan penanganan dan pengawalan secara intensif,” kata dia. (nop/mlo)



Pos terkait