Ini Keterangan Pihak Manajemen RS Medika Insani Terkait Kecelakaan Ambulancenya

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Manajemen Rumah Sakit Medika Insani Tanjung Baru Kecamatan Bukitkemuning, Kabupaten Lampung Utara (Lampura), membenarkan adanya peristiwa lakalantas salah satu mobil

Ambulance miliknya BE 9901 JN, menabrak pembatas Flyover Kedaton Bandar Lampung, sekitar pukul 12.30 WIB, dini hari Sabtu (8/8).

Bacaan Lainnya



Salah seorang Pimpinan Rumah Sakit Medikal Insani, Sugeng yang berhasil dikonfirmasi membenarkan, jika mobil ambulance yang beroperasi di RS dipimpinnya tersebut alami lakalantas. 

Ia juga membenarkan, jika mobil itu tengah membawa pasien rujukan dari RS Medikal Insani Tanjung Baru, Kecamatan Bukitkemuning, Lampura menuju RS Abdul Moeloek Bandar Lampung.

Kendaran gawat darurat itu, kata dia, membawa pasien satu orang dan dua pihak keluarga. Sementara, untuk Driver, adalah Deni Setiawan (33) warga Bukitkemuning dan seorang Perawat setempat Endi Ekarwan, (26), dan seorang pasien Kustanti (56) diaknosa Stemi merupakan warga desa Kodoronyok Kecamatan Bukitkemuning, Lampura.

Sayangnya, pria yang akrab disapa dengan pak Sugeng itu, tidak memberitahu identitas kedua korban lainnya yakni dua keluarganya yang ikut dalam mobil ambulance naas tersebut.

“Ia benar, salah satu mobil ambulance kita mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di Flyover Kedaton Bandar Lampung. Mobil itu, tengah menjalani tugas untuk merujuk pasien ke RS Abdul Moeloek Kota Bandar Lampung,” kata Sugeng, ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon genggamnya.

Diterangkannya, Mobil Ambulance berangkat dari RS Medika Insani Bukit Kemuning sekitar pukul 22.00 WIB, pada Jumat (7/8). Di perjalanan, kata dia, ambulance mengalami kecelakaan dan saat ini, keseluruhan korban masih menjalani perawatan intensif di RS Abdul Moeloek Bandar Lampung.

Untuk kondisi korban sendiri, kata dia, satu orang pasien yang dirujuk dalam keadaan selamat dan masih dirawat sesuai dengan penyakit yang dideritanya.

Kemudian dua orang keluarga pasien  selamat, dan tidak mengalami cedera yang fatal, sementara supir mengalami luka lecet dan memar sekujur tubuh, dan  seorang perawat mengalami patah tulang paha bagian kaki kiri, dan masih menjalani perawatan di rumah sakit Abdul Moeloek Bandar Lampung.

“Saat ini saya masih konsentrasi kepada para korban. Pihak rumah sakit Medika Insani Bukitkemuning, bertanggungjawab kepada pihak korban untuk pemulihan,” tegasnya.

Sementara untuk peristiwa lakalantas ya sendiri, pihaknya menyerahkan hal tersebut ke pada aparat kepolisian Bandar Lampung.

“Kalau untuk lakalantas ya, kami serahkan ke pihak berwajib pak,” kata Sugeng, yang mengaku berada di RS Abdul Moeloek Bandar Lampung. (ozy/mlo)



Pos terkait