Ini Komentar Bunda Eva Soal Aksi Arogan Pegawai Pemkot Bandarlampung

  • Whatsapp
Walikota Bandarlampung Eva Dwiana

Medialampung.co.id – Walikota Bandarlampung Eva Dwiana menanggapi aksi arogan pegawainya yang diduga melakukan pemukulan terhadap warga di dua instansi.

Dalam hal ini, Bunda Eva menjelaskan, mereka yang berstatus honorer yang terlibat keributan akan mendapatkan Sanksi, jika dia PNS ada sanksinya, tapi kalau dia masih honor ya bisa aja diberhentikan. 

Bacaan Lainnya

Hingga kini, ada empat pegawai Pemkot Bandarlampung yang masih diperiksa kepolisian.

“Ya, kita serahkan saja ke penyidik, apakah mereka bersalah atau tidak,” ujarnya kepada Medialampung.co.id, Senin (6/9).

“Kita kan sudah berusaha untuk memberikan himbauan kepada masyarakat agar patuh pada penerapan protokol kesehatan yang selama ini kita sosialisasikan,” terang Walikota Bandarlampung Eva Dwiana.

Sebelumnya Inspektorat Kota Bandarlampung telah memeriksa empat pegawai yang terlibat keributan dengan seorang warga yang hendak mengurus KTP di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil).

Keempat pegawai yang diperiksa tersebut dua berstatus pegawai negeri sipil (PNS) dan dua tenaga kontrak.

Akibat kejadian tersebut Disdukcapil telah memutasi seluruh petugas loket pelayanan.

Menurut penuturan warga yang terlibat keributan ada 20-an pegawai yang mengerubunginya.

“Kami sudah rolling seluruh pegawai loket yang bersentuhan langsung dengan masyarakat,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil A. Zainuddin.

Selanjutnya, Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diduga menganiaya Ahmad (24), seorang pedagang kaki lima yang berjualan di sekitar kantor instansi tersebut.

Dia mengaku dikeroyok oleh puluhan oknum petugas BPBD karena lupa menggunakan masker saat mendekati seorang youtuber yang melintas di depan kedai kopinya. Dia kemudian silang pendapat dengan petugas BPBD.

Menurut Kepala BPBD Kota Bandarlampung Syamsul Rahman silang pendapat itu sudah damai di BPBD. “Kita tidak tahu jika dia lapor ke Polresta,” ujarnya.

Saat peristiwa, katanya, dia ada di ruang kerjanya. Ketika diberi tahu, dia langsung keluar dan meminta aparatnya tak melakukan pemukulan.

“Tidak benar, saya membiarkan adanya pengeroyokan terhadap warga,” katanya.(jim/mlo/mlo)


Pos terkait