Ini Komentar Pihak Kampus IIB Darmajaya Soal Gugatan KBM

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Pihak Kampus IIB Darmajaya yang diwakili Senior Staf Humas Darmajaya Lukman Hakim didampingi Senior Staff Ekstrakurikuler biro Kemahasiswaan Doni membantah informasi mengenai adanya Keluarga Besar Mahasiswa (KBM) Darmajaya yang menggugat keputusan kampus yang tidak memberikan keringanan Biaya Penyelenggaraan Pendidikan (BPP) dan Sistem Kredit Semester (SKS).

Justru pihak kampus memberikan ruang bagi mahasiswa yang tidak mampu untuk mengajukan ke kampus tempat dia kuliah, Darmajaya sendiri memberikan keringanan bagi mahasiswa untuk pembayaran uang kuliah dengan menunjukan surat keterangan tidak mampu dengan membawa bukti dari kelurahan tempat mahasiswa tinggal.

Bacaan Lainnya


Lukman Hakim menjelaskan, keringanan bukan hanya untuk mahasiswa yang lama, tapi juga bagi mahasiswa yang baru, dengan cara mencicil uang semester.

“Kampus Darmajaya malah memberikan Beasiswa untuk pemegang KIP, yang punya prestasi, Hafidz Quran, anak Yatim/Piatu, juga yang tidak mampu,” jelas Lukman Hakim.

Lain dengan Doni, Senior Staff Ekstrakurikuler Biro Kemahasiswaan mengungkapkan jika dirinya tidak mengetahui siapa yang membuat berita tersebut karena tidak dicantumkan nama mahasiswa yang bersangkutan.

Menurutnya, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM) sebagai wadah bagi mahasiswa yang akan melaporkan ke pihak humas jika akan ada aksi yang tidak berpihak ke mahasiswa.

“Tapi setelah saya menanyakan ke pihak BEM ataupun yang lainnya itu tidak benar, tidak ada satupun organisasi kemahasiswaan di Darmajaya yang mengeluarkan rilis seperti itu, artinya itu berita bohong alias Hoax,” tegas Doni.

Sebelumnya beredar berita mahasiswa Darmajaya menggugat kampus melalui aksi pemasangan poster dan coretan-coretan pada pamflet yang berisi tuntutan terhadap kampus ini dilakukan oleh beberapa mahasiswa.

Mereka menggugat keputusan kampus yang sampai saat ini masih belum juga mengeluarkan kebijakan terkait pemotongan biaya BPPP & SKS di tengah krisis ekonomi dan masih berlangsungnya pandemi.(*/mlo)


Pos terkait