Ini Pencapaian Unila Selama 1,5 Tahun Dipimpin Prof. Karomani

  • Whatsapp
Rektor Unila, Prof. Karomani

Medialampung.co.id – Rektor Universitas Lampung (Unila) Prof. Karomani, sebagai pemimpin yang mengemban amanat memajukan Unila, secara berkala melakukan evaluasi diri. 

Berikut diinformasikan pokok-pokok evaluasi diri rektor Unila, yang perlu diketahui masyarakat luas setelah 1,5 tahun masa baktinya. Jubir Rektor Unila, Kahfie Nazaruddin, M.Hum., membagikan pokok evaluasi diri rektor.

Bacaan Lainnya

“Dengan publikasi ini diharapkan seluruh masyarakat, pemerintah, dan swasta mendapat akses tangan pertama mengenai perkembangan mutakhir Unila. Pada gilirannya, akses tersebut memungkinkan terbangun sinergitas di antara seluruh elemen bangsa di Provinsi Lampung. Hanya sinergitas yang mampu memajukan provinsi ini menjadi Lampung Berjaya,” ungkapnya.

  1. SMA YP Unila dalam meningkatkan secara signifikan penghasilan Unila dari SMA YP Unila setelah dilakukan penertiban dan membeli lahan untuk pengembangan SMA YP Unila.
  2. Efisiensi Pegawai yaitu melakukan rasionalisasi jumlah pegawai tenaga kependidikan yang berlebih-lebihan dan mengikis dampak buruk nepotisme.
  3. Guru Besar, Menambah jumlah guru besar dalam kelipatan yang belum pernah terjadi.
  4. L2Dikti Wilayah II, Meloloskan dosen FEB Unila Prof. Yuliansyah menjadi ketua L2Dikti Wilayah II.
  5. Forum Rektor Penguat Karakter Bangsa (FRPKB), Rektor Unila menjadi ketua FRPKB, suatu forum dari 45 PTN dan PTS. Melalui forum itu Unila bisa cepat berkomunikasi dengan Kemendikbud dan Kemenristek. Rektor Unila sempat diminta menjadi ketua Badan Kerja Sama (BKS) PTN Wilayah Barat, tetapi menolak karena kesibukan di FRPKB dan Forum Rektor Indonesia.
  6. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) Unila, Setelah tahun-tahun sebelumnya hanya sampai 275 miliar, PNBP Unila tahun ini naik menjadi 320 miliar sehingga remunerasi dinaikkan dan gaji tenaga kontrak, yang bertahun-tahun di bawah UMR, dapat pula dinaikkan.
  7. Pinjaman Asia Development Bank (ADB), Mendapat pinjaman 600 milyar yang digunakan untuk pembangunan pada 2022.
  8. Masjid Al-Wasi’i, Mulai membangun masjid kampus Al-Wasi’I, yang berkapasitas 8 ribu jamaah pada tahun ini.
  9. Membangun kampus bersih dan meningkatkan kesadaran warga Unila untuk menjaga kebersihan.
  10. Memberikan penghargaan akademik (doktor dan profesor honoris causa) dan penghargaan non akademik kepada pihak yang berjasa dalam pembangunan dan pengembangan Unila.
  11. Menata regulasi dengan menerbitkan peraturan rektor mengenai banyak masalah yang belum tertata, seperti beasiswa, dosen kontrak, penghargaan.
  12. Menertibkan koperasi Unila yang selalu semrawut dengan menghentikan dulu potongan untuk koperasi.
  13. Mengajukan uji materi ke Mahkamah Agung mengenai batas usia pensiun PNS guru besar.
  14. Memperluas akses menjadi mahasiswa Unila bagi lulusan sekolah dan pesantren melalui jalur undangan ke semua fakultas Unila dan mencarikan beasiswa bagi mereka yang diterima. 

Kahfie menambahkan, Unila juga berperan dalam memajukan kebudayaan Lampung dengan mendirikan Program Studi S-1 Pendidikan Bahasa Lampung. 

“Pembangunan dua rumah adat Lampung, pembuatan film mengenai pahlawan nasional Radin Inten II hingga membuka pusat studi Lampung,” tandasnya. (*/mlo)


Pos terkait