Ini Prioritas Pembangunan DAK Fisik Pendidikan Lamsel

Kepala Dinas Pendidikan Lamsel Yespi Cory

Medialampung.co.id – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek), telah menggelontorkan Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik Pendidikan untuk tahun 2022 di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) sebesar Rp39,3 Miliar.

Berdasarkan data dari http://www.djpk.kemenkeu.go.id, Disdik Lamsel mendapatkan alokasi anggaran DAK fisik tahun 2022 sebesar Rp39.383.079.000 terdiri dari Paud sebesar Rp201.414.000, Sekolah Dasar (SD) sebesar Rp24.096.841.000, SMP sebesar Rp14.786.824.000 dan Perpustakaan Daerah Rp298.000.000.

Bacaan Lainnya


Jumlah tersebut, lebih besar dibandingkan tahun 2021 lalu yang hanya mendapatkan Rp25,9 Miliar.

Beberapa waktu lalu, saat pembahasan bersama DPRD, Kepala Dinas Pendidikan Lamsel Yespi Cory menjelaskan, jumlah sekolah yang rusak di Kabupaten Lamsel meliputi SD sebanyak 80 sekolah dan SMP 18 sekolah.

Sementara itu, untuk sekolah yang masuk rencana perbaikan prioritas melalui DAK tahun 2022 antara lain, 2 PAUD, 18 SD dan 8 SMP. Sehingga totalnya mencapai 28 Sekolah. Untuk jenis perbaikan atau pembangunannya, meliputi ruang kelas baru (RKB), ruang komputer, perpustakaan dan sanitasi atau MCK.

Sebelumnya, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) Nadiem Anwar Makarim dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR RI beberapa waktu lalu mengatakan, ada tiga fokus kebijakan DAK fisik bidang pendidikan, yakni peningkatan ketersediaan akses dan mutu layanan pendidikan, Pemberian bantuan kepada pemerintah daerah melalui penuntasan pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan serta peningkatan kualitas sarana prasarana pendidikan dalam mendukung pembelajaran berkualitas.

Tahun 2022, penggunaan DAK fisik akan mengutamakan dua hal, pertama adalah pemenuhan sarana teknologi informasi dan komunikasi (TIK), yaitu program digitalisasi sekolah, yang di tahun-tahun mendatang akan menjadi infrastruktur dasar bagi peserta didik dan guru dalam pembelajaran. Kemudian, yang kedua adalah pembangunan prasarana, terutama sekolah yang tidak memadai dan banyak mengalami kerusakan. 

Nadiem juga menjelaskan satuan pendidikan yang menerima DAK fisik juga memiliki kondisi ruang belajar minimal rusak sedang. Sementara, untuk pembangunan ruang kelas baru akan difokuskan pada daerah-daerah tertentu.

Untuk mendapatkan bantuan TIK, sekolah belum memiliki komputer minimal 15 unit dan harus memiliki akses listrik dan internet. Selain itu, sekolah yang menerima tahun 2022 ini juga tidak menerima bantuan TIK dari Kemendikbudristek maupun DAK fisik pada tahun 2020 dan 2021.

Menanggapi hal tersebut, Yespi membenarkan Kabupaten Lamsel telah mendapatkan DAK Fisik Pendidikan sebesar Rp39,3 Miliar. Namun, dirinya belum merinci dimana saja sekolah yang mendapatkan DAK Fisik 2022 itu. 

“DAK fisik 2022 Dinas Pendidikan merata di seluruh kecamatan. Setiap kecamatan ada. Baik Paud, SD maupun SMP,” ungkap Yespi, saat ditemui di sela-sela Musrenbang di Katibung, Jumat (4/2). 

Untuk Kepala Sekolah SMP yang berangkat ke SMP 10 Denpasar Bali, Yespi mengaku keberangkatan mereka menggunakan dana pribadi dan iuran tiap bulan MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah). Bahkan, keberangkatan itu sudah direncanakan sejak 3 tahun lalu 

“Hasil studi banding untuk peningkatan kapasitas siswa. Karena di SMPN 10 Denpasar Bali itu merupakan salah satu sekolah unggulan. Siswa disana itu dapat berkarya dan menghasilkan barang, bahkan bisa menghasilkan uang. Yang pasti, keberangkatan itu sudah direncanakan sejak 3 tahun lalu,” ujarnya.

Perlu diketahui, Pemkab Lamsel pada Hari Kamis, 6 Januari 2022 telah membagikan SK pengangkatan Kepala Sekolah sebanyak 39 orang, terdiri dari Kepala SD sebanyak 32 orang dan Kepala SMP 7 orang. Keberangkatan Kepala SMP di Lamsel ke SMPN 10 Denpasar Bali, dilakukan pada Sabtu 22-27 Januari 2022. (yud/mlo)


Pos terkait