Ini Tanggapan Bupati Lamtim Terkait Larangan ASN Ke Bandarlampung

  • Whatsapp
Bupati Lamtim Zaiful Bokhari.

Medialampung.co.id – Pemerintah Kabupaten Lampung Timur siap menindaklanjuti surat edaran (SE) Gubernur Lampung tentang larangan aparatur sipil negara pergi ke Bandarlampung.

Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari menyatakan, telah memerintahkan Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) untuk melakukan kajian terhadap SE Gubernur Lampung nomor 045.2/1421/07/2020 tentang larangan bagi ASN kabupaten/kota memasuki kawasan zona merah Kota Bandarlampung.

Bacaan Lainnya



Lebih lanjut Zaiful menjelaskan,  kajian terhadap SE Gubernur Lampung tersebut dilakukan karena sebagian besar ASN Lamtim berdomisili di luar daerah termasuk di Bandarlampung. 

Menurutnya, untuk para pejabat eselon II yang berdomisili  di luar daerah, khususnya Bandarlampung sudah sejak beberapa hari lalu diinstruksikan agar berdomisili di wilayah Lamtim. 

Hal itu, untuk mengantisipasi penyebaran corona virus disease (Covid-19). Terutama, setelah Bandarlampung masuk zona merah.

”Instruksi tersebut juga untuk mengantisipasi bila Bandarlampung menerapkan pembatasan sosial berskala besar,”jelas Zaiful.

Kini lanjutnya, dengan adanya SE Gubernur Lampung tersebut, maka para pejabat eselon III ke bawah  yang juga berdomisili di Bandarlampung saat ini sedang dalam pengkajian BKPPD.  “Apakah mereka tetap bekerja di rumah selama pandemi covid-19, atau masih dicarikan solusi terbaiknya,”lanjut Zaiful.

Ditambahkan, menindaklanjuti SE Gubernur Lampung itu Pemkab Lamtim juga berencana melakukan rapid test terhadap para ASN yang berdomisili di Bandarlampung. 

“Pelaksanaan rapid test masih dicarikan waktunya. Saya telah meminta Sekretaris tim gugus tugas percepatan covid-19 untuk membuat surat resmi kepada para kepala OPD terkait rencana rapid test tersebut,”pungkas Zaiful. (wid/mlo)



Pos terkait