Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Selamat Jalan Bang Selampur

  • Whatsapp

Medialampung.co.id, Balikbukit – Inna lillahi wa inna ilaihi raji’un, Camat Bandarnegeri Suoh (BNS) Kabupaten Lampung Barat Selamat Purwoko, berpulang ke rahmatulllah di Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUDAU) sekitar pukul 13.30 WIB, pada Rabu (1/5) di usia yang ke 51 tahun.

Ia meninggalkan, satu orang istri, empat orang anak dan satu orang cucu. Pemakaman almarhum akan dilaksanakan Kamis (2/5) di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kampung baru, Pekon Kubuperahu Kecamatan Balikbukit.

Berpulangnya Selampur sapaan-akrabnya, meninggalkan duka yang mendalam. Tidak hanya bagi keluarga besar atau kalangan pejabat di lingkup Pemkab setempat, namun juga bagi para sahabat, dan masyarakat yang selama ini sering bercanda gurau dengannya.

Banyak yang tidak menyangka, pria yang sempat menjabat Sebagai Kabag Humas dan Dokumentasi DPRD Lambar tersebut begitu cepat menghadap sang khalik, apalagi hingga tadi malam, ia masih melaksanakan aktifitasnya sebagai camat, ia sempat menghadiri pengajian di Pekon Gunung Ratu Kecamatan BNS, dan ternyata itu menjadi terakhir kalinya ia ia menghadiri undangan warganya.

Selampur diketahui memiliki riwayat penyakit jantung, dan selama tahapan Pemilu ia juga jarang meninggalkan tempat tugasnya, bahkan tidak jarang harus begadang dan juga melakukan monitoring ke pemangku-pemangku, untuk benar-benar memastikan bahwa pelaksanaan pemungutan hingga pemungutan suara di kecamatan yang dipimpinnya terlaksana dengan baik.

Selampur merupakan sosok yang dekat dengan semua kalangan, aktif di hampir semua organisasi, dan juga penghoby olahraga oproad, badminton dan mancing.

Pada pengajian tersebut, ia sempat menyampaikan ucapan terimakasih kepada masyarakat yang telah sama-sama mensukseskan Pemilu 2019. Ia juga sudah memberikan tanda-tanda, dimana tidak seperti biasanya, dalam menyampaikan sambutan Selampur, memilih untuk tetap dalam posisi duduk, karena mengaku kondisi yang tidak memungkinkan.

Meninggalnya almarhum, cukup membuat tekejut ketua Pengurus Cabang Nadhlatul Ulama (PCNU) Lambar M. Danang Hari Suseno, yang menurutnya ia bertemu dengan almarhum untuk pertama kalinya yakni pada saat pengajian di Pekon Gunung Ratus Selasa malam.

”Memang saya lihat sudah tidak seperti biasanya, almarhum sebagai ketua panitia meminta izin untuk tetap duduk saat menyampaikan sambutan, dan ia sempat bercanda, kalau saya tidak ada di Suoh berarti saya kabur,” ujar Danang.

Sementara, dimata rekan kerjanya, Selampur tidak hanya sebagai pimpin bagi seluruh staff-nya, namun juga sosok yang mampu berbaur tanpa membedakan satu dengan yang lainnya, ia juga menganggap staff adalah adik dan kakak.

“Saya lama menjadi staff almarhum, beliau adalah pemimpin yang mampu menyayomi staff-nya, beliau juga sosok yang ramah dan tegas, ia juga menjadi pemimpin yang disenangi oleh masyarakat, itu yang membuat kami merasa sangat kehilangan, ” ujar Basuki, salah satu mantan Sekcamnya.

Rekan sesama camat juga merasa sangat kehilangan, salah satunya Hadi Susanto, yang menyampaikan rasa dukanya, menurutnya Selampur tidak hanya sebagai rekan sesame Camat, melainkan juga sebagai sosok panutan, hal ini menjadi alasan dipilihnya Selampur sebagai Ketua Forum Camat Lambar.

”Iya kami sebagai rekan tentu sangat merasa kehilangan, ia adalah sosok yang tegas tetapi suka bercanda, dan juga tidak segan mengkritik namun selalu memberikan saran, kepada rekan-rekannya. Meninggalnya beliau tentu membuat kami terkejut, karena hingga kemarin kami masih berkomunikasi, bahkan di hari senin lalu kami masih bertemu,” pungkasnya. (nop/mlo)



Pos terkait