Inovasi Tingkatkan Produksi Kopi, Perlu Kolaborasi Petani dan Penyuluh

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Kondisi geografis alam Kabupaten Lampung Barat (Lambar), dengan banyaknya perbukitan. Tentu menuntut masyarakat petani kopi yang memiliki lahan perkebunan bukan saja harus ahli dalam mengolah pohon kopi tapi juga dalam pengelolaan lahan agar memperoleh hasil yang baik.

Disampaikan petani kopi yang juga pemerhati kopi Lambar asal Kecamatan Sekincau Irwansah Sakrani, perlu adanya lubang (rorak) pada areal perkebunan kopi, seperti pada lahan tanah yang mengalami kemiringan fungsinya sebagai penyerap air hujan, agar kondisi tanah selalu lembab, bukan dalam artian becek, atau lumpur. 

Bacaan Lainnya



Juga berfungsi sebagai tempat mengumpulkan ranting atau dedaunan (limbah) pohon sehingga terjadi pengolahan alami menjadi pupuk kompos. Dan rorak dapat mengurang erosi pada lahan miring tersebut.

Pada kesempatan itu mantan anggota legislasi Kabupaten Lambar tersebut juga mengajak pemerintah lebih intens berikan pembinaan kepada petani pada poin-poin yang lebih mendasar dalam pengelolaan perkebunan kopi melalui petugas penyuluh ataupun petani-petani milenial.

“Perlu juga diperhatikan untuk diberikan perubahan pendekatan jangan hanya searah tapi Dua arah dari pemerintah ke petani, petani ke pemerintah,” sebutnya 

Karena kata dia diera digital ini media sosial (medsos) menjadi sarana konsultasi komunitas termasuk petani oleh sebab itu pemerintah juga dapat memanfaatkan peluang tersebut salah satunya dengan media online. 

Dan yang terpenting Pemkab Lambar melalui dinas terkait menyusun panduan sistem penyelenggaran kebun menuju rata-rata hasil Dua ton-per hektar, setiap tahunnya. 

“Alhamdulilah di Kabupaten Lambar capaian ini sudah ada yang berhasil meraihnya dengan tips-tips perkebunan modern dengan tidak mengenyampingkan kelestarian tanah,” ujarnya.

Karena kata dia selama ini petugas penyuluh menyalurkan pelajaran tentang perkebunan kopi adopsi ilmu yang diperoleh dari dinas terkait. 

Akan tetapi kenyataan di lapangan belum pernah terdengar petani sukses dari penerapan ilmu penyuluh. Artinya secara garis besar Ilmu Perkopian Indonesia belum tepat, maka perlunya juga penyuluh mengadopsi ilmu yang dipakai petani khususnya terhadap pemahaman yang tidak tepat di lapangan.

“Tentu banyak di Kabupaten Lambar kita temukan petani sukses berkat pengalaman di lapangan oleh sebab itu petani seperti itu perlu diberdayakan untuk menelurkan ilmunya kepada petani lainnya,” tandas pihaknya. (rin/mlo)



Pos terkait