Inspektorat Banyak Temukan Kualitas Fisik DD Kurang Maksimal

  • Whatsapp
Inspektur Lambar Ir. Natadjudin Amran

Medialampung.co.id – Pemeriksaan realisasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Pekon (ADP) tahap II yang dilakukan Inspektorat Kabupaten Lampung Barat kini masih terus berlanjut. Namun, ditengah perjalanan hasilnya cukup mengejutkan. Dimana dari sejumlah pekon yang menjadi sampel, banyak ditemukan kualitas pembangunan fisik yang kurang maksimal.

Hal itu disampaikan Inspektur Ir. Natadjudin Amran. Saat pemeriksaan, pihaknya mengambil tiga hingga empat pekon di setiap kecamatan sebagai sampel. Dan dari segi fisik banyak ditemukan kurangnya kualitas baik dalam pembangunan akses jalan maupun sarana dan prasarana.

Bacaan Lainnya



“Sejauh ini pemeriksaan masih berjalan, karena terbatasnya tim maka untuk sementara kegiatan pemeriksaan kita lakukan dengan mengambil sampel di beberapa pekon di setiap kecamatan, dan yang menjadi tren temuan adalah kurangnya kualitas fisik dalam pembangunan,” ungkap Natadjudin.

Atas temuan tersebut, kata dia, pihaknya telah memerintahkan aparat pekon segera melakukan perbaikan hingga batas waktu yang di tentukan. Selain fisik, pihaknya menemukan kurangnya kelengkapan admintrasi sehingga aparat pekon di tekankan untuk tertib admintrasi.

“Selain adanya kualitas fisik yang kurang, ada juga temuan terkait kelengkapan adminitrasi, seperti sudah membangun jalan tapi laporan admintrasinya belum disampaikan, sehingga ini juga menjadi catatan sekaligus evaluasi bagi pekon tersebut,” kata dia.

Sayangnya saat dikonfirmasi terkait jumlah dan pekon mana saja yang menjadi temuan, pihaknya enggan membeberkan lebih jauh, hanya saja pihaknya menyebut hal itu terjadi lantaran kemampuan sumber daya manusia (SDM) di pekon masih rendah. Karena itu, pembinaan dan pendampingan harus lebih ditingkatkan.

”Fungsi inspektorat kan selain pengawasan juga pembinaan sehingga terkait masih adanya kelemahan-kelemahan, sudah menjadi kewajiban kami untuk memberikan pembinaan agar diperbaiki,” ucapnya.

Sementara terkait transparansi pengelolan anggaran di pekon, menurutnya sudah bagus. Sebab, tiap desa memasang perincian peruntukan DD-ADD di banner atau baliho. Itu merupakan langkah yang patut diapresiasi. ”Ada peningkatan dari sisi transparansi. Itu harus ditingkatkan juga,” ucapnya.

Disamping itu, pihaknya juga menambahkan bahwa, terkait penilaian terhadap pelaksanaan DD-ADP tahap II di Kabupaten Lambar berkisar di angka 60. ”Kami harap tahun ini realisasi pelaksanaannya lebih optimal,” harapnya.(edi/mlo)



Pos terkait