Ismet : Pendamping Harus Menjadi Agen Perubahan Sosial

  • Whatsapp

Medialampung.co.id –  Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Lambar menggelar rapat koordinasi (rakor) program keluarga harapan (PKH) tahun 2020 di GSG Ratu Piekulun Rumah Sakit Umum Alimuddin Umar (RSUDAU), Rabu (4/3/2020).

Rapat yang dibuka Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan (Ekbang) Drs. Ismet Inoni, M.M tersebut dihadiri Kepala Dinas Sosial Lambar Edy Yusuf., S.Sos, M.Si, Koordinator Wilayah (Korwil) II  PKH Lampung, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah ( Bappeda), Bank Mandiri, seluruh SDM PKH se-Kabupaten Lambar, camat, serta  perwakilan keluarga penerima manfaat (KPM).

Bacaan Lainnya



Dalam sambutannya, Asisiten II Bidang Ekbang Ismet Inoni mengungkapkan, PKH adalah salah satu program unggulan pemerintah pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) dalam rangka mengentaskan kemiskinan  di Indonesia.  “PKH merupakan program pemberian bantuan kepada keluarga prasejahtera atau rentan miskin dengan beberapa kriteria, yaitu kesehatan, pendidikan dan sosial. Program ini dapat dijadikan sebagai akses yang lebih baik dalam memanfaatkan pelayanan sosial yaitu kesehatan, pendidikan, pangan gizi termasuk menghilangkan kesenjangan sosial,” ujar Ismet

Kepada para pendamping , Ismet juga menyampaikan bahwa pendamping merupakan aktor utama dalam mempromosikan perubahan sosial bagi keluarga penerima manfaat (KPM). “ Para pendamping harus menjadi agen perubahan sosial di masyarakat,” ajaknya.

Sementara Kepala Dinas Sosial Edy Yusuf dalam laporannya mengatakan, jumlah KPM di Kabupaten Lambar pada tahap I tahun 2020 sebanyak 13.540 KPM  dengan jumlah bantuan sebesar Rp10.625.000.000,-. Dan berdasarkan Keputusan Direktorat Jenderal Perlindungan dan jaminan Sosial nomor02/3/bs.02.01/2020 tentang indeks dan faktor penimbang bantuan sosial program keluarag harapan tahun 2020 bahwa jumlah bantuan kepada masing-masing KPM mengalami perubahan antara lain bantuan tetap PKH reguler yang semula sebesar Rp550.000,- per tahun namun pada tahun ini bantuan tersebut ditiadakan sementara bantuan untuk anak usia 0-6 tahun dan ibu hamil mengalami kenaikan dari Rp2.400.000,- menjadi Rp3.000.000,-pertahun. “Kepada pendamping PKH agar memberikan edukasi ataupun penjelasan secara detail kepada para KPM terkait perubahan indeks bantuan ini,” ujar Edy.

Lanjut dia, saat ini bantuan sosial PKH tahap I tahun 2020 telah selesai disalurkan kepada masyarakat yang langsung ditransfer ke masing-masing rekening penerima melalui Bank Mandiri. “Mudah mudahan dana Bansos ini bisa bermanfaat bagi masyarakat serta dapat dipergunakan untuk hal hal yang pokok sesuai peruntukkannya. Sementara untuk bantuan tahap II telah selesai dilakukan pengolahan data final closing dan pembayaran diharapkan dapat dilaksanakan pada bulan April mendatang , dengan rekapitulasi sementara sebanyak 15.886 KPM,” pungkas dia. (lusi/mlo)



Pos terkait