Istri Diberhentikan, Suami Langsung Stroke

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Wakil Ketua I dan II DPRD Kabupaten Pesisir Barat (Pesbar) mengunjungi kediaman Sri Wahyuni salah satu petugas kebersihan (penyapu jalan) yang diberhentikan oleh Pemkab Pesbar melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Senin (5/7).

Kunjungan wakil rakyat itu karena cukup prihatin dengan kondisi keluarga Sri Wahyuni yang merupakan keluarga kurang mampu, terlebih kini Rohimin suami dari Sri Wahyuni masih terbaring lemah ditempat tidurnya karena mengalami stroke setelah mendengar istrinya itu diberhentikan sebagai petugas kebersihan itu.

Bacaan Lainnya

Wakil ketua I DPRD Pesbar, Piddinuri, mengatakan pihaknya cukup prihatin dengan kondisi keluarga Sri Wahyuni petugas kebersihan yang diberhentikan itu, apalagi menurut Sri Wahyuni, suaminya yang memang memiliki penyakit darah tinggi (hipertensi) itu langsung stroke saat mendengar istrinya itu diberhentikan dari petugas kebersihan. Bahkan, sampai hari ini suaminya belum sadarkan diri dan masih dirawat jalan di rumahnya.

“Kami cukup prihatin dengan kondisinya, apalagi ini merupakan keluarga kurang mampu. Kita akan bahas secara serius mengenai persoalan petugas kebersihan yang diberhentikan itu, karena bukan hanya satu orang saja melainkan ratusan orang yang diberhentikan,” katanya.

Sementara itu, Wakil ketua II DPRD Pesbar, Ali Yudiem, S.H., mengatakan sebelumnya dirinya bersama wakil ketua I telah mendapat informasi bahwa suami dari ibu Sri Wahyuni salah satu petugas kebersihan DLH itu sedang sakit stroke karena mendengar istrinya itu diberhentikan, sehingga membuat suaminya shock serta langsung mengalami stroke, dan hingga kini masih dirawat di rumahnya dengan kondisi belum sadarkan diri.

“Kita sangat prihatin, terlebih ditengah pandemi Covid-19 ini jelas pekerjaan sangat dibutuhkan apalagi bagi warga kurang mampu. Sebelumnya petugas kebersihan yang diberhentikan itu juga telah mengadu ke DPRD setempat, karena itu perihal ini akan kita pertanyakan ke eksekutif,” jelasnya.

Menurut Sri Wahyuni, bahwa dirinya telah mengabdi selama enam tahun menjadi petugas kebersihan atau penyapu jalan dengan honor sebesar Rp600 ribu/bulan. Selama kurun waktu enam tahun itu tidak ada kendala. Namun, kini dirinya diberhentikan tanpa alasan yang jelas oleh DLH, bahkan setelah mendengar kabar dirinya

diberhentikan tersebut, suaminya yang memiliki penyakit darah tinggi itu langsung stroke. Kini suaminya itu masih terbaring dan diinfus ditempat tidur karena memang belum sadarkan diri.

“Kita berharap dari DPRD Pesbar bisa menyampaikan aspirasi kami, sehingga kita bisa kembali bekerja seperti biasanya. Karena pekerjaan tersebut sangat diharapkan untuk menambah kebutuhan sehari-hari,” pungkasnya.

Diketahui, dalam kesempatan itu, Wakil ketua I dan II sekaligus menyerahkan bantuan berupa sembako kepada keluarga Sri Wahyuni, dengan harapan bisa meringankan beban keluarganya.(yan/d1n/mlo)


Pos terkait