Istri Tidur, Pria Ini Malah Cabuli Anak Tirinya

  • Whatsapp

Medialampung.co.id – Polsek Negara Batin berhasil mengamankan WT (42), yang diduga sebagai  pelaku  pencabulan anak di bawah umur di Kecamatan Negara Batin Kabupaten Waykanan, Sabtu (20/2).

Kapolres Waykanan AKBP Binsar Manurung melalui Kapolsek Negara Batin Iptu Sundoro menjelaskan kronologis kejadian pada hari Jumat tanggal 19 Februari 2021 sekitar pukul 04.30 WIB, pada saat  ibu korban bangun dari tidur ingin melakukan sholat subuh, melihat anaknya Melati (10)—bukan nama sebenarnya—tertidur di ruang tamu didepan TV bersama ayah tiri Korban berinisial WT dimana saat itu Melati sudah tidak mengenakan celana pada saat tidur 

Bacaan Lainnya


Karena curiga, sekitar pukul 06.00 WIB, ibu korban menanyakan pada korban, kenapa tidak memakai celana, siapa yang melepas celananya, dan korban belum mau menceritakan kejadiannya, dan sekitar pukul 13.00 WIB, Ibu korban menanyakan kembali kepada korban “nduk kamu diapain sama bapak” dan korban masih belum mengakui. 

Untuk memastikannya kembali ibu korban bersama budenya mencoba merayu dan mengulangi pertanyaan kembali dan korban meneteskan air mata lalu memeluk ibu korban sambil menangis dan berkata  saya mau ngomong takut. 

Setelah itu korban menceritakan bahwa dirinya telah menjadi korban pencabulan yang dilakukan ayah tirinya berinisial WT, karena diancam sehingga korban tidak berani menceritakannya. 

Atas kejadian tersebut Ibu korban pergi ke Polsek Negara Batin  untuk melaporkan kejadian tersebut agar ditindak lanjuti. 

Kronologis penangkapan tersangka pada hari Sabtu tanggal 20 Februari 2021, sekitar pukul 14.30 WIB, anggota Polsek Negara Batin mendapat informasi dari masyarakat tentang keberadaan pelaku di salah satu rumah adik pelaku di Kampung Srimulyo Kecamatan Negara Batin Kabupaten Waykanan. 

Berdasarkan informasi itu, petugas menuju ke lokasi melakukan penyelidikan dan berhasil  mengamankan pelaku  tanpa perlawanan. 

“Selanjutnya Pelaku dan barang bukti dibawa dan diamankan ke Polsek Negara Batin untuk dilakukan proses lebih lanjut,” ungkap Iptu Sundoro. 

Akibat perbuatannya, pelaku dapat dikenakan pasal 81 dan atau pasal 82 UU RI No.17/2016, tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU No.1/2016 tentang perubahan kedua atas UU No.23/2002 tentang perlindungan anak, dengan ancaman maksimal 15 tahun penjara.(wk1/mlo)


Pos terkait